Home / Otoritas / Bank Indonesia / OJK : Di Semester Kedua, Fasilitas Kredit Akan Mulai Ditarik Debitur

OJK : Di Semester Kedua, Fasilitas Kredit Akan Mulai Ditarik Debitur

Marketnews.id Posisi kredit yang belum ditarik oleh nasabah atau dikenal sebagai undusbursed Lian (UDL) selama semester pertama lalu, diperkirakan akan mulai ditarik atau dimanfaatkan oleh nasabah dalam semester kedua tahun ini. Seperti diketahui, di kuartal kedua, aktifitas ekonomi semakin melemah tercermin dari pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi hingga 5,3 persen.

Fasilitas kredit kepada nasabah yang belum ditarik pada semester II/2020 diperkirakan akan menurun seiring dengan menggeliatnya kegiatan ekonomi setelah pelonggaran PSBB. 

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan kenaikan undisbursed loan membesar dalam tiga bulan terakhir. Posisi Juni 2020, undisbursed loan sebesar Rp1.607,96 triliun atau naik 6,05 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. 

Kenaikan pada periode tersebut lebih besar dari kenaikan undisbursed loan pada Mei 2020 sebesar 4,79 persen yoy, serta pada April 2020 sebesar 4,17 persen yoy. Sepanjang enam bulan pertama tahun ini, kenaikan undisbursed loan paling tinggi terjadi pada Maret 2020 sebesar 7,91 persen yoy. 

Undisbursed loan pada Juni 2020 mencapai 28,98 persen dari penyaluran kredit di periode itu yakni sebesar Rp5.549,24 triliun. 

Staf Ahli Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ryan Kiryanto menyampaikan, kenaikan undisbursed loan boleh jadi disebabkan sebagian debitur belum mencairkan atau menunda penarikan fasilitas kreditnya. Hal ini karena pada saat itu kondisi makroekonomi belum kuat, PDB kuartal II terkontraksi 5,3 persen dengan inflasi tahunan yang amat rendah. 

Kondisi tersebut membuat angka undisbursed loan membesar. Namun, kata dia, yang terpenting pertumbuhan kredit per Juli 2020 mampu tumbuh positif 1,53 persen yoy di tengah pandemi Covid-19. 

Pada semester II ini potensi pertumbuhan kredit diprediksi akan membaik seiring dengan menggeliatnya kegiatan ekonomi yang sejalan dengan pelonggaran PSBB dibarengi dengan protokol kesehatan.


Proyeksi pertumbuhan kredit pada enam bulan terakhir ini terjadi pada semua jenis penggunaan, baik kredit investasi, kredit modal kerja, dan kredit konsumtif.

Dengan demikian, dia memperkirakan angka undisbursed loan akan menurun. “Angka UL pun diprediksi menurun yang memberikan konfirmasi pencairan kredit dimana permintaan riil agregat baik produk maupun jasa meningkat,” jelasnya.

Check Also

Fitch : Pemulihan Fiskal Global 2022-2023 Melambat. Inflasi dan Kenaikan Harga Buat Dilema Bank Sentral

Marketnews.id Lembaga pemeringkat Fitch Rating memprediksi, pertumbuhan ekonomi global akan mengalami pelambatan lantaran ada konflik …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *