Home / Korporasi / BUMN / PT Telkom Indonesia Raih Laba Bersih Rp10,99 Triliun Di Semester I 2020

PT Telkom Indonesia Raih Laba Bersih Rp10,99 Triliun Di Semester I 2020

Marketnews.is Dalam enam bulan pertama tahun ini, PT Telkom Indonesia Tbk masih mampu meningkatkan kinerja pendapatan maupun laba meskipun di tengah pendemi Covid-19. Keberhasilan perseroan dilatari oleh fokus perseroan pada lini bisnis dengan profitabilitas yang lebih tinggi.

Hingga semester I-2020, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), berhasil mencatatkan pendapatan konsolidasi Rp66,9 triliun dan laba bersih Rp10,99 triliun.


Pada periode yang sama, EBITDA (Earnings Before Interest Tax Depreciation Amortization) TLKM semakin menguat dengan pertumbuhan 8,9 persen (year-on-year) menjadi Rp36,08 triliun.


Menurut Direktur Keuangan TLKM, Heri Supriadi, margin laba bersih pada semester pertama menjadi 16,4 persen dari sebelumnya 16 persen. Catatan positif perseroan ini ditopang oleh beberapa bisnis unit usaha di tengah pandemi Covid-19. Hal itu juga disebabkan kebijakan perusahaan yang fokus pada lini bisnis dengan profitabilitas lebih tinggi.


“Dalam kurun enam bulan berjalan tahun ini, Telkom memberikan kinerja cukup baik meski dihadapkan pada kondisi bisnis yang dinamis dan menantang serta adanya pandemi yang tentunya berdampak terhadap makroekonomi dan penurunan daya beli masyarakat,” ungkap Heri pada Public Expose Live 2020 virtual, di Jakarta, Kamis (27/8).


Sejumlah lini bisnis yang menjadi penopang kinerja TLKM adalah, pertumbuhan pendapatan IndiHome sebesar 19,1 persen (y-o-y) menjadi Rp10,4 triliun. Selanjutnya bisnis digital Telkomsel meningkat 13,5 persen menjadi Rp31,9 triliun dan mendongkrak kontribusinya terhadap pendapatan sebesar 72,4 persen dari sebelumnya 62,2 persen, pada 2019.


“Baik IndiHome maupun bisnis digital Telkomsel saat ini menjadi mesin pendorong pertumbuhan pendapatan bagi Perseroan, khususnya di masa pandemi Covid-19,” tuturnya.


Kemudian lini bisnis lain yang juga menjadi fokus TLKM adalah data center yang tumbuh cukup kuat. Saat ini Telkom memiliki data center di 22 lokasi dan baru saja melakukan  groundbreaking  data center tier 3 dan 4 yang tahap pertamanya diperkirakan dapat mulai beroperasi pada pertengahan 2021.


Selanjutnya, bisnis digital mencatatkan pertumbuhan pendapatan hingga 12 persen (y-o-y) dan kontribusi sebesar 7,6 persen terhadap total pendapatan TLKM. Hal ini didorong terutama oleh layanan digital B2C dan digital platform.

Sementara itu, pendapatan video OTT yang tumbuh hingga 16 persen dari periode yang sama tahun lalu menjadi kontributor terbesar pendapatan bisnis digital, diikuti portofolio Internet of Things (IoT) & Machine to Machine (M2M).

Hingga akhir Juni 2020, TLKM mengelola sekitar 152 produk digital aktif dari Amoeba, Indigo, dan Tribe, yang merupakan sarana pengelolaan inovasi perusahaan.
“Untuk mendongkrak porsi pendapatan bisnis digital, perusahaan telah mengembangkan beberapa inisiatif digital, salah satunya menyediakan beragam produk dan solusi digital,” tambahnya.

Check Also

Pertamina Patra Niaga Berhasil Penuhi Kebutuhan Avtur Selama Musim Haji 2024.

MarketNews.id- Pertamina Patra Niaga berhasil penuhi kebutuhan penerbangan haji di 13 bandara yang melayani penerbangan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *