Home / Corporate Action / Menko Perekonomian : Pertumbuhan Ekonomi 2020 Capai 2,1 Persen

Menko Perekonomian : Pertumbuhan Ekonomi 2020 Capai 2,1 Persen

Marketnews.id Segala upaya dilakukan oleh pemerintah, untuk menggerakkan ekonomi agar pertumbuhan ekonomi terus positif. Mulai dari mengeluarkan beberapa stimulus hingga memberikan dana talangan untuk beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terpapar pendemi Covid-19.

Pemerintah memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 di wilayah kontraksi minus 3,9%, namun Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meyakini angka pertumbuhan keseluruhan tahun ini bisa ekspansi alias positif 2,1%.


“Ini berdasarkan proyeksi dari Moody’s,” kata Airlangga dalam Webinar dengan Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) di Jakarta, Kamis (11/6).
Airlangga memaparkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 memang diprediksi akan jatuh -3,9%.

Selanjutnya pada kuartal III 2020, capaian ini akan membaik menjadi 3%. Namun pada kuartal IV 2020 sedikit menurun menjadi 2,8%. “Secara keseluruhan tahun ini ekonomi kita diprediksi akan tumbuh 2,1%,” ujar Airlangga.


Sebagai perbandingan, pertumbuhan ekonomi di Fillipina pada tahun ini diprediksi mencapai 2,3%. Sementara pertumbuhan ekonomi Vietnam pada tahun ini diprediksi mencapai 3,1%.


Airlangga menegaskan, agar pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak terpuruk begitu dalam, maka pemerintah berusaha agar exit strategy Covid-19 maupun program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) bisa berjalan seiring. “Harus berjalan bersama untuk memastikan pemulihan ekonomi,” ujar Airlangga.


Airlangga menegaskan, pemerintah sudah mengalokasikan total dana penanganan Covid-19 mencapai Rp 686,20 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp598,65 triliun merupakan biaya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).


Komposisi total dana penanganan Covid-19, terdiri dari dana kesehatan Rp87,55 triliun, dana perlindungan sosial sebesar Rp203,90 triliun, dan dana insentif usaha sebesar Rp120,61 triliun. Selain itu, ada alokasi dana UMKM sebesar Rp123,46 triliun. Kemudian ada dana pembiayaan korporasi sebesar Rp44,57 triliun. Terakhir, alokasi dana sektoral kementerian/lembaga sebesar Rp106,11 triliun.

Check Also

Pembelian Suku Cadang Honda Motor Turun, Laba BOLT Anjlok 63 Persen

MarketNews.id PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT), mengalami penurunan laba bersih sedalam 63,8 persen secara tahunan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *