Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / BEI : Laba Emiten Kuartal I Turun 19,17 Persen

BEI : Laba Emiten Kuartal I Turun 19,17 Persen

Marketnews.id Sudah dapat diduga, kinerja emiten sepanjang kuartal pertama tahun ini akan mengalami penurunan. Dari hampir 700 emiten hanya beberapa bidang usaha yang mampu berhasil mempertahankan kinerja. Selebihnya, terpapar Covid-19 dan kinerjapun jadi menurun.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan, per 17 Juni 2020 terdapat 296 Perusahaan Tercatat atau sebanyak 43,3 persen dari total emiten di BEI yang sudah menyampaikan Laporan Keuangan Kuartal I-2020.


“Total agregat laba bersih dari 296 Perusahaan tercatat pada kuartal pertama 2020 mencapai Rp63,4 triliun atau mengalami penurunan sebesar 19,71 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya,” Kata Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi dalam acara Bincang Virtual Direksi BEI di Jakarta, Jumat (26/6).


Menurut dia, nilai perhitungan kinerja keuangan Perusahaan Tercatat ini akan terus bergerak, mengingat batas waktu penyampaian Laporan Keuangan Kuartal I-2020 emiten telah direlaksasi sampai akhir 30 Juni 2020.


Adapun komposisi persentase penyampaian Laporan Keuangan Perusahaan Tercatat pada Kuartal I-2020 yang sebanyak 43,3 persen tersebut sejalan dengan tren di kawasan Asean, meliputi Singapura dan Malaysia yang masing-masing 34 persen dan 66 persen dari total Perusahaan Tercatat di kedua bursa negara tersebut.


Dari sisi investor pasar modal, kata Inarno, hingga Mei 2020 terdapat pertumbuhan jumlah investor sebesar 13 persen dibanding akhir 2019 menjadi 2,8 juta investor, terdiri dari investor saham, reksa dana dan obligasi.


Untuk investor saham mengalami kenaikan 8 persen dari akhir 2019 menjadi 1,19 juta investor saham berdasarkan Single Investor Identification (SID) per Mei 2020. Jika dilihat dari klasifikasi usia, pasar modal Indonesia mulai didominasi investor milenial, tercermin dari tren pertumbuhan investor saham usia 18-30 tahun dalam empat tahun terakhir.


Sedangkan jumlah produk berbasis indeks lokal, pertumbuhan Exchange Traded Fund (ETF/reksa dana bursa) yang eksponensial, membuat Indonesia menduduki peringkat pertama di Asean, seiring dengan pertumbuhannya yang signifikan sejak 2018.


Pada Juni 2020 telah dicatatkan dua produk ETF baru di BEI, sehingga sampai saat ini terdapat 45 ETF tercatat, sebanyak 22 Manajer Investasi Penerbit ETF dan tujuh Dealer Partisipan ETF. Nilai transaksi ETF secara keseluruhan mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir, dengan rata-rata pertumbuham sebesar 55 persen.


“Meskipun mengalami penurunan pada Maret 2020 akibat kondisi pandemi Covid-19, rata-rata transaksi harian ETF meningkat sampai Februari 2020 yang tercatat sebesar Rp130,82 miliar per hari” ujarnya.

Check Also

Fitch : Pemulihan Fiskal Global 2022-2023 Melambat. Inflasi dan Kenaikan Harga Buat Dilema Bank Sentral

Marketnews.id Lembaga pemeringkat Fitch Rating memprediksi, pertumbuhan ekonomi global akan mengalami pelambatan lantaran ada konflik …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *