Home / Korporasi / BUMN / WIKA Suspensi 13 Proyek, Prediksi Laba Turun Hingga 50 Persen

WIKA Suspensi 13 Proyek, Prediksi Laba Turun Hingga 50 Persen

Marketnews.id Pendemi Covid-19, memang tidak pandang bulu, bisnis mana yang akan terpapar secara langsung akibat penyakit ini. Dari total 208 proyek berjalan yang dikerjakan WIKA saat ini, 13 Proyek harus dihentikan sementara berkaitan dengan protap kesehatan buat para pekerjanya. Selain itu, ada 23 proyek berada dalam kondisi pelambatan pekerjaan di beberapa bagian pekerjaan seperti pembatasan jumlah pekerja dan ketentuan jarak sesuai protokol kesehatan Covid-19.

Kondisi pandemi Covid-19, memaksa manajemen PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) untuk melakukan penghentian sementara (suspensi) pengerjaan 13 proyek, sehingga laba bersih perseroan hingga April 2020 diperkirakan menurun sekitar 25-50 persen ( year-on-year ).


Berdasarkan keterbukaan informasi WIKA yang merespons pertanyaan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Kamis (28/5), kelangsungan usaha Wijaya Karya (WIKA) terganggu oleh kondisi pandemi Covid-19 yang memicu penghentian sebagian kegiatan operasional hingga April 2020.


“Dari total 208 proyek berjalan WIKA Group hingga April 2020, terdapat 13 persen proyek yang berada dalam kondisi  suspend  atau terjadi penghentian sementara pada seluruh bagian kegiatan proyek,” demikian disebutkan manajemen WIKA dalam keterangan resmi perseroan.


Sementara itu, terdapat 23 proyek berada dalam kondisi  slowdown  atau terdapat perlambatan di beberapa bagian, seperti mobilisasi tenaga kerja dan pembatasan jumlah pekerja di lapangan akibat kebijakan  physical distancing .


Sejauh ini, kegiatan operasional yang dihentikan sementara dan dibatasi tersebut berkontribusi kurang dari 25 persen dari total pendapatan usaha WIKA. Sehingga, total pendapatan perseroan hingga 30 April 2020 diperkirakan mengalami penurunan 25-50 persen (y-o-y).


Dengan demikian, laba bersih WIKA per 30 April 2020 juga berpotensi mengalami penurunan sekitar 25-50 persen (y-o-y). Namun, kondisi pandemi Covid-19 diyakini tidak berdampak pada pemenuhan kewajiban keuangan jangka pendek maupun permasalahan hukum yang bersifat material.


Guna merespons kondisi pandemi Covid-19 tersebut, manajemen WIKA mengaku akan melakukan efisiensi biaya usaha, namun tetap menghindari pengurangan jumlah karyawan. WIKA juga akan memaksimalkan produksi pada proyek-proyek yang sedang berjalan.


“Namun, WIKA akan terlebih dahulu melakukan  assessment  terhadap  project owner  yang memiliki kemampuan likuiditas, sehingga perusahaan mampu mengatur  cashflow  masuk dan keluar,” ujar manajemen Wijaya Karya (WIKA).


Bahkan, perseroan juga akan mengajukan relaksasi pada fasilitas  non-cash loan  bertenor enam bulan menjadi 12 bulan dan mengajukan penurunan bunga pinjaman. “WIKA akan melakukan inovasi dan substitusi material impor menjadi material lokal dalam rangka mengefisiensikan biaya operasi”.

Check Also

Pembelian Suku Cadang Honda Motor Turun, Laba BOLT Anjlok 63 Persen

MarketNews.id PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT), mengalami penurunan laba bersih sedalam 63,8 persen secara tahunan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *