Home / Korporasi / BUMN / Himbara Sudah Restrukturisasi Kredit Rp223,16 Triliun Dari 1.718.507 Debitur

Himbara Sudah Restrukturisasi Kredit Rp223,16 Triliun Dari 1.718.507 Debitur

Marketnews.id Himpunan Bank Bank Milik Negara (Himbara), telah melakukan restrukturisasi kredit terhadap lebih dari 1,7 juta debitur dari total baki debet restrukturisasi kredit Himbara sebesar Rp 223,16 triliun. Rinciannya, 1.560.390 debitur UMKM dan 158.117 debitur non UMKM.

Himbara, telah merestrukturisasi kredit untuk 1.718.507 debitur hingga 30 April 2020. Total baki debet restrukturisasi kredit Himbara mencapai Rp 223,16 triliun.


Menurut Ketua Himbara Sunarso, bank milik Pemerintah ini telah melakukan restrukturisasi kredit kepada debitur usaha mikro kecil menengah ( UMKM ) dan non UMKM . Untuk segmen UMKM , sebanyak 1.560.390 debitur sudah mendapat restrukturisasi dengan baki debet sebesar Rp 137,06 triliun. Untuk segmen non UMKM , sebanyak 158.117 debitur sudah mendapat restrukturisasi dengan baki debet sebesar Rp 86,09 triliun.


“Hingga 30 April 2020, total realisasi restrukturisasi kredit atas debitur terdampak Covid-19 sudah mencapai 1.718.507 debitur, dengan baki debet mencapai Rp 223,16 triliun,” kata Sunarso dalam diskusi online “Menjaga Industri Perbankan di Tengah Pandemi Covid-19”, pada Jumat (15/5).


Sunarso yang juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mengatakan, bahwa BRI juga telah melakukan restrukturisasi kredit. Hingga 30 April 2020, untuk segmen UMKM , sebanyak 1.385.952 debitur sudah mendapat restrukturisasi dengan baki debet sebesar Rp 95,37 triliun. Untuk segmen non UMKM , sebanyak 24.943 debitur sudah mendapat restrukturisasi dengan baki debet sebesar Rp 5,85 triliun.


“Sehingga totalnya sebanyak 1.410.895 debitur BRI sudah mendapat restrukturisasi kredit dengan baki debet Rp 101,23 triliun,” ujar Sunarso.


Sunarso menegaskan kinerja bank BUMN pada kuartal I-2020 masih terjaga dengan baik. Sampai Maret 2020, total aset Himbara mencapai Rp 3.530,87 triliun, atau tumbuh 7,09% secara  year on year  (YoY). Jumlah kredit yang disalurkan Himbara mencapai Rp2.469,32 triliun atau tumbuh 11,03% yoy. Dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun Himbara mencapai Rp 2.611,45 triliun atau tumbuh 10,23%.


Sunarso menegaskan, wabah virus korona betul-betul menghantam banyak orang di berbagai sektor usaha tanpa pandang bulu. Oleh sebab itu, para pelaku industri perbankan beserta debitur serta pemerintah dan regulator selalu berusaha mencari jalan keluar yang terbaik.


Menurutnya, perbankan tak ingin ngotot mempertahankan keberlangsungan kredit sampai mematikan debitur karena tindakan ini hanya akan merugikan bank itu sendiri. Tapi ia juga meminta debitur tidak berpikir bahwa restrukturisasi kredit akibat Covid-19 berarti debitur dibebaskan dari kewajiban membayar cicilan kredit pada perbankan. “Relaksasi yang dimaksud pemerintah dan OJK adalah memberi kesempatan debitur untuk menunda kewajibannya dalam membayar cicilan kredit,” ujarnya.


Selain itu, debitur yang keberlangsungan usahanya masih berjalan lancar di tengah pandemi, atau penurunan omzet usahanya tidak sampai 30%, tidak layak untuk direlaksasi. “Nanti banknya yang tutup. Kalau banknya yang tutup, roda perekonomian bisa berhenti,” kata Sunarso.

Check Also

Pertamina Patra Niaga Berhasil Penuhi Kebutuhan Avtur Selama Musim Haji 2024.

MarketNews.id- Pertamina Patra Niaga berhasil penuhi kebutuhan penerbangan haji di 13 bandara yang melayani penerbangan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *