Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / PT Ciputra Development Tbk Raih Laba Rp1,15 Triliun Turun 2,36 Persen

PT Ciputra Development Tbk Raih Laba Rp1,15 Triliun Turun 2,36 Persen

Marketnews.id Tahun 2019 lalu bisa dikatakan sebagai tahun politik. Dunia usaha menyikapinya beragam. Ada yang bilang tahun lalu, tahun keberuntungan, sementara dilain pihak ada yang mengatakan tahun lalu dianggap tahun konsolidasi, hingga belum mampu berkarya secara optimal. PT Ciputra Development misalnya, perusahaan pengembang ini masih mampu meraih laba meskipun mengalami penurunan.

Emiten properti PT Ciputra Development Tbk. (CTRA), membukukan perolehan laba bersih sebesar Rp1,15 triliun sepanjang 2019.

Berdasarkan publikasi laporan keuangan perseroan, laba bersih Ciputra turun tipis 2,36 persen dibandingkan dengan perolehan 2018 sebanyak  Rp1,18 triliun. 

Penurunan laba bersih membuat laba per saham atau earning per share juga turun dari Rp64 menjadi Rp62.

Penurunan laba bersih dipicu dua faktor. Pertama, kinerja pendapatan yang stagnan, turun 0,81 persen menjadi Rp7,60 triliun. Kedua,  pos beban umum cukup menekan kinerja dengan pertumbuhan 3,47 persen ke posisi Rp1,25 triliun.

Perusahaan yang didirikan oleh oleh Sang Begawan Properti Alm. Ciputra itu sejatinya telah melakukan efisiensi pada beban pokok.

Pos itu mencatatkan penurunan 5,59 persen menjadi Rp3,81 triliun. Selain itu, pos pendapatan lain juga ikut menopang dengan pertumbuhan 7,80 persen menjadi Rp404,58 miliar.

Secara keseluruhan, total aset emiten bersandi saham CTRA itu mencapai Rp36,19triliun dengan aset lancar Rp18,19 triliun dan aset tidak lancar Rp18 triliun.

Total liabilitas perseron tercatat Rp18,43 triliun dengan liabilitas jangka pendek mencapai Rp8,36 triliun. Adapun liabilitas jangka panjang tercatat Rp10,06 triliun. 

Pada tahun lalu perusahaan pengembang properti itu menghabiskan belanja modal sebesar Rp581,91 miliar turun 65,65 persen dari periode sebelumnya. Dengan begitu, kas dan setara kas akhir periode mencapai Rp4,23 triliun .

Sebelumnya, Direktur Ciputra Development Harun Hajadi mengatakan bakal menambah bank lahan untuk tahun ini. Namun dia tidak ingin mengungkapkan secara detail alokasi dana maupun target pembelian.

“Kemungkinan tentu ada saja. Apalagi kesempatan untuk membeli tanah atau mendapatkan tanah yang baik tidak selalu datang. Jadi memang mencari lahan baru tidak mudah,” ungkapnya. Akan tetapi perseroan akan menggunakan kas internal untuk menambah cadangan lahan.

Seperti diketahui perseron tahun ini mengalokasikan belanja modal sebesar Rp1,5 triliun. Dana itu akan diperuntukkan bagi penambahan lahan dan pembiayaan proyek.

Check Also

Fitch : Pemulihan Fiskal Global 2022-2023 Melambat. Inflasi dan Kenaikan Harga Buat Dilema Bank Sentral

Marketnews.id Lembaga pemeringkat Fitch Rating memprediksi, pertumbuhan ekonomi global akan mengalami pelambatan lantaran ada konflik …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *