Home / Market & Update / Pan Brother : Ekspor Garmen Belum Ada Yang Cancel Tapi Delay

Pan Brother : Ekspor Garmen Belum Ada Yang Cancel Tapi Delay

Marketnews.id Dampak dari Pendemi Covid-19 sudah mulai terlihat di dunia usaha. Beberapa perusahaan berorientasi ekspor mulai mengalami penundaan pengiriman barang karena pihak importir masih belum beraktifitas normal karena kasus Covid-19 yang belum selesai di negara tujuan ekspor.

PT Pan Brothers Tbk (PBRX) berharap, pemerintah segera merealisasikan komitmen mendorong industri perbankan menurunkan suku bunga kredit.
Pasalnya, industri tekstil yang memiliki kredit perbankan sedang kesulitan seiring melemahnya permintaan pasar.

Pelemahan demand ini terjadi di pasar domestik maupun luar negeri akibat dampak wabah virus corona.
Wakil Direktur Utama PBRX, Anne Patricia Susanto, mengatakan bahwa saat ini anggota Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) sedang menjerit karena produktifitasnya terganggu. Di tengah permintaan banyak yang dibatalkan, namun anggota API tetap harus membayar cost produksi termasuk cicilan kredit bank.


Untuk itu dia berharap ada kelonggaran dari perbankan untuk sementara waktu pelaku di sektor industri tekstil tidak membayarkan kewajibannya hingga situasi pasar kembali normal. Atau opsi lainnya adalah perbankan diminta untuk menurunkan suku bunga pinjamannya agar beban perusahaan tidak semakin berat.


“Kita berharap penurunan bunga kredit ini segera terealisasi supaya pelaku industri tekstil bisa memenuhi kewajibannya kepada karyawan termasuk untuk membayar THR,” kata Anne dalam konferensi pers via saluran streaming, Senin (23/3).


Bagi PBRX sendiri, Anne mengatakan bahwa kondisi global yang sedang bergejolak seperti saat ini memang mempengaruhi kelancaran distribusi dan ordernya. Namun hingga saat ini ekspor tekstil dan produk tekstil masih tetap berjalan meskipun sedikit tertunda.

Penundaan order ini terjadi karena banyak tenant-tenant di luar negeri yang juga tutup akibat wabah corona.
“Permintaan garmen ekspor belum ada cancel tapi delay. Tapi untuk memastikan agar tidak ada problem cashflow harus ada tanggung jawab pembayaran. Ada problem penutupan toko,” pungkas Anne.

Check Also

OJK Minta Perbankan Percepat Pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN)

Marketnews.id Perlahan tapi pasti, kinerja perbankan nasional sejak hadirnya pendemi Covid-19 dua tahun lalu berangsur …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *