Home / Korporasi / Emiten / Bisnis Kelapa Sawit Masih Optimis Tahun Depan penjualan meningkat 10 persen.

Bisnis Kelapa Sawit Masih Optimis Tahun Depan penjualan meningkat 10 persen.

Marketnews.id Bicara soal proyeksi bisnis tahun depan, sebagian besar pengusaha bersikap konservatif dalam membuat proyeksi usaha. Dunia usaha masih melihat ketidak pastian dalam berusaha masih menghantui kalangan mereka. Tapi tidak sedikit pengusaha optimis melihat peluang bisnis tahun depan. Produsen Kelapa Sawit PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) menargetkan peningkatan penjualan sebesar 10 persen, dari proyeksi total penjualan di sepanjang tahun ini sebesar Rp9 triliun, di tahun depan. Pada Kuartal III-2019, jumlah penjualan TBLA tercatat sebesar Rp6,34 triliun. “Pada tahun 2020, kalau penjualan kami naik 10 persen saja, maka sudah bisa mencapai Rp10 triliunan,” kata Deputi Presiden Direktur TBLA, Sudarmo Tasmin di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (12/12). Sudarmo menjelaskan, sebelumnya perseroan memproyeksikan tingkat penjualan di 2019 sebesar Rp8,4 triliun, namun tren kenaikan harga kelapa sawit di Kuartal IV-2019 ini akan mendorong perkiraan penjualan TBLA menjadi Rp9 triliun. Guna mendukung target tersebut,Corporate Secretary TBLA, Hardy menjelaskan, perseroan menganggarkan belanja modal (capex) di 2020 sebesar SGD26 juta. Dana sebesar SGD6 juta akan dibelanjakan dibelanjakan untuk keperluan di dua pabrik baru, yakni Pabrik Refined Glycerin 120 TPD dan Pabrik Re-Esterification PFAD 100 TPD di Way Lunik, Lampung, serta penanaman kebun tebu di Lampung. Sementara itu, sebesar SGD20 juta dari anggaran capex di 2020 akan dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan Pabrik Biodiesel 1.500 TPD dan Pabrik Refinery 2.500 TPD di Way Lunik, Lampung.Hardy menyebutkan, TBLA akan menambah kapasitas produksi biodiesel, karena kebutuhan biodiesel diperkirakan akan semakin meningkat sejalan dengan kebijakan  mandatory  pemerintah terkait B30. Seperti diketahui, TBLA memutuskan untuk membangun pabrik biodiesel berkapasitas 1.500 ton per hari di Lampung.Dengan demikian, jelas Hardy, total kapasitas produksi biodiesel menjadi 2.500 ton per hari pada 2020. TBLA juga akan membangun pabrik  refinery  berkapasitas 2.500 ton per hari di Lampung, maka pada 2021 diperkirakan TBLA bisa memproduksi 750.000 ton dengan kapasitas 2.500 ton per hari. “Kedua pabrik itu akan selesai pada awal Kuartal IV-2020,” ucapnya.

Check Also

Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Raih Kenaikan Laba Bersih Di 2021 Jadi Rp 3,03 Triliun

Marketnews.is Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) catat debut pertamanya setelah merger dengan bank syariah milik …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *