MarketNews.id-Kepercayaan terhadap Pemerintah semakin meningkat lagi. Hari ini, lelang Surat Utang Negara (SUN) yang digelar lewat sistem Bank Indonesia (BI) alami permintaan hingga Rp84,76 Triliun.
Padahal, Pemerintah kali ini hanya melepas Rp34 Triliun SUN dengan berbagai durasi masa jatuh tempo yang bervariasi. Tingginya minat pemodal untuk membeli SUN ini jadi indikasi kepercayaan terhadap Pemerintah masih tinggi.
Pemerintah berhasil menghimpun dana sebesar Rp34 triliun dari lelang Surat Utang Negara (SUN) yang digelar pada Selasa, 18 Agustus 2026, dengan total penawaran yang masuk mencapai Rp84,76 triliun.
Berdasarkan siaran pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan yang dipantau melalui website resmi lembaga, Kamis 20 Agustus 2026, lelang dilakukan melalui sistem lelang Bank Indonesia dengan menawarkan sembilan seri SUN, terdiri atas tiga seri surat utang negara jangka pendek atau Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dan enam seri FR.
Ketiga seri SPN yang ditawarkan yakni SPN01260919 dan SPN03261118 yang merupakan penerbitan baru (new issuance), serta SPN12270805 yang merupakan penerbitan kembali (reopening).
Sementara itu, enam seri FR yang ditawarkan melalui reopening meliputi FR0110, FR0108, FR0106, FR0107, FR0102, dan FR0105.
Dari total penawaran yang masuk sebesar Rp84,7566 triliun, pemerintah menetapkan nominal yang dimenangkan sebesar Rp34 triliun.
Penawaran terbesar berasal dari FR0110 yang mencapai Rp37,6497 triliun, disusul FR0108 sebesar Rp16,1874 triliun dan SPN12270805 sebesar Rp8,632 triliun.
Untuk seri FR0110, pemerintah memenangkan Rp12,8 triliun dengan yield rata-rata tertimbang sebesar 7,00788%. Seri tersebut memiliki kupon 7,125% dan jatuh tempo pada 15 Mei 2032, dengan bid-to-cover ratio sebesar 2,94 kali.
Selanjutnya, FR0108 mencatat jumlah nominal yang dimenangkan Rp10,3 triliun dengan yield rata-rata tertimbang 7,10992%. Surat utang ini memiliki kupon 6,5% dan jatuh tempo 15 April 2036. Bid-to-cover ratio tercatat 1,57 kali.
Pemerintah juga memenangkan Rp4,75 triliun dari FR0106 dengan yield rata-rata tertimbang 7,24%. Seri tersebut menawarkan kupon 7,125% dan akan jatuh tempo pada 15 Agustus 2040, dengan bid-to-cover ratio 1,66 kali.
Untuk FR0107, nominal yang dimenangkan mencapai Rp4,85 triliun dengan yield rata-rata tertimbang 7,24998%. Seri ini memiliki kupon 7,125% dan jatuh tempo 15 Agustus 2045. Bid-to-cover ratio tercatat 1,44 kali.
Sementara itu, pemerintah memenangkan Rp850 miliar dari FR0102 dengan yield rata-rata tertimbang 7,29987%. Seri tersebut memiliki kupon 6,875% dan jatuh tempo 15 Juli 2054, dengan bid-to-cover ratio 2,83 kali.
Adapun FR0105 mencatat nominal yang dimenangkan sebesar Rp450 miliar dengan yield rata-rata tertimbang 7,29746%. Seri ini memiliki kupon 6,875% dan jatuh tempo 15 Juli 2064. Bid-to-cover ratio FR0105 mencapai 4,28 kali, menjadi yang tertinggi di antara seri FR yang dilelang.
Untuk tiga seri SPN, dokumen hasil lelang mencatat penawaran masuk masing-masing sebesar Rp670 miliar untuk SPN01260919, Rp2,425 triliun untuk SPN03261118, dan Rp8,632 triliun untuk SPN12270805. Ketiga seri tersebut menggunakan mekanisme diskonto.
Seluruh SUN hasil lelang tersebut memiliki tanggal setelmen atau penerbitan pada 20 Agustus 2026. Dengan demikian, dari lelang SUN kali ini pemerintah memperoleh Rp34 triliun, atau sekitar 40,1% dari total penawaran yang masuk sebesar Rp84,76 triliun.
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal