MarketNews.id-Pasar modal Indonesia, kembali mendapat darah segar dengan dicatatkanya lima emiten baru sejak kemarin hingga hari ini.
Hadirnya lima emiten baru ini setidaknya jadi sinyal pasar modal mulai merangkak kembali setelah hampir enam bulan alami tekanan dari lembaga pemeringkat indeks global dan konflik Timur Tengah.
PT Bach Multi Global Tbk (BACH), hari ini jadi emiten ke empat yang tercatat Di BEI dan langsung menyentuh ARA karena ada peningkatan harga hingga 24,43 persen.
Saat memulai transaksi perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham PT Bach Multi Global Tbk (BACH) langsung melesat ke titik auto-rejection atas (ARA) atau menguat 24,43 persen ke posisi Rp550 per saham dari harga penawaran senilai Rp442 per saham.
Pada pencacatan perdana saham hari ini 8 Juli 2026, BACH berhasil menguat optimal ke level 550, sehingga nilai kapitalisasi pasar (market cap) ikut terkerek menjadi Rp2,24 triliun dari sebelumnya senilai Rp1,8 triliun.
Hingga pukul 9.05 WIB, nilai transaksi tercatat sebesar Rp138,7 juta, dengan volume transaksi sebanyak 252,3 ribu saham dan frekuensi transaksi sebanyak 666kali.
Pada pelaksanaan penawaran umum perdana saham (IPO), BACH melepas saham ke publik sebanyak 615 juta lembar bernilai nominal Rp50 per saham atau setara 15,06 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah IPO.
Dengan harga penawaran dibanderol Rp442 per saham, maka perseroan berhasil meraup dana publik di pasar primer mencapai Rp271,83 miliar. Manajemen BACH menunjuk PT Erdhika Elit Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi Efek pada aksi korporasi ini.
Sebelumnya pada masa penawaran awal (book building) 22-24 Juni 2026, harga saham dibanderol sekitar Rp400 sampai Rp500 per saham, dengan harapan bisa menghimpun dana hingga maksimal Rp307,5 miliar.
Pada 7 Januari 2026, pemegang saham perseroan, yaitu PT Global Telekomunikasi Prima (GTP) dan PT Bach Multi Sukses Investama ( BMSI ) telah menandatangani Perjanjian Opsi.
BMSI sepakat untuk memberikan hak opsi kepada GTP yang mewajibkan BMSI untuk menjual sejumlah saham yang ketika digabungkan akan setara 51 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh BACH setelah IPO.
Pada 13 Maret 2026, GTP menyampaikan pemberitahuan tertulis kepada BMSI bahwa GTP akan melaksanakan hak opsi yang dimilikinya dengan meminta BMSI untuk menjual 1.042.227.300 saham BACH milik BMSI (Saham Opsi). Adapun harga pelaksanaan opsi oleh GTP juga sebesar Rp442 per saham.
Pelaksanaan transaksi jual beli Saham Opsi akan diselesaikan pada tanggal yang tidak lebih dari lima hari kerja setelah tanggal pencatatan saham BACH di BEI (Tanggal Penyelesaian Opsi).
Selanjutnya, PT Global Telekomunikasi Prima akan memiliki saham BACH mencapai 51 persen.
Berdasarkan prospektus, saat ini Komisaris Utama BACH, Anita Anwar juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT Remala Abadi Tbk (DATA), Wakil Direktur Utama PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) dan Direktur PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR).
Rencananya, sebesar Rp91,02 miliar dana hasil IPO –setelah dikurangi biaya-biaya emisi– akan digunakan BACH untuk membayar sebagian utang kepada PT Bank Permata Tbk (BNLI).
Sementara itu, sisanya akan dimanfaatkan sebagai modal kerja, yaitu dalam rangka pembelian genset untuk dijual maupun disewakan.
Manajemen BACH memperkirakan, pendapatan akan meningkat dari sekitar Rp1,73 triliun pada 2025 menjadi lebih dari Rp3 triliun pada 2030, dengan pertumbuhan rata-rata sekitar sebesar 12 per tahun.
Pada periode yang sama, laba bersih diproyeksikan sebesar Rp401 miliar atau meningkat 158 persen, didukung ekspansi bisnis power solution, peningkatan proyek infrastruktur telekomunikasi, efisiensi operasional dan penurunan beban keuangan setelah IPO.
Lebih lanjut manajemen mengungkapkan, strategi pertumbuhan tersebut akan difokuskan pada penambahan kapasitas penyewaan pembangkit listrik hingga 50 MW per tahun.
Perseroan juga akan melakukan pengembangan lini bisnis energi baru, peningkatan proyek pembangunan jaringan telekomunikasi, penguatan pendapatan dan transformasi operasional melalui digitalisasi dan peningkatan kualitas layanan.
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal