Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Bank BTN Dan SMBCI (BTPN) Sepakati Pengalihan Kredit Sebesar Rp20 Triliun

Bank BTN Dan SMBCI (BTPN) Sepakati Pengalihan Kredit Sebesar Rp20 Triliun

MarketNews.id-Pengalihan portofolio kredit yang dimiliki oleh PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN), kepada PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) senilai hampir Rp20 triliun diharapkan akan memperkuat pertumbuhan jangka panjang BBTN melalui peningkatan aset, portofolio kredit, CASA dan penguatan ekosistem layanan keuangan.

Akuisisi dilakukan melalui dua skema, yakni CPTA senilai sekitar Rp12,58 triliun untuk pinjaman pensiunan Taspen dan CLATA senilai Rp7,34 triliun untuk kredit pensiunan Asabri dan dana pensiunan lainnya.

Pengalihan portofolio kredit ini sebagai langkah strategis memperkuat transformasi bisnis BTN menuju bank beyond mortgage dan memperluas sumber pertumbuhan baru di segmen ritel nasional.

Menurut Corporate Secretary BTN, Ramon Armando dalam keterangan resminya yang diterbitkan di Jakarta, Senin 25 Mei 2026 transaksi tersebut menjadi bagian dari upaya BBTN memperkuat pertumbuhan bisnis berkelanjutan dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dan tata kelola perusahaan yang baik (GCG).

“Transaksi ini merupakan bagian dari transformasi BTN menjadi bank beyond mortgage, di mana perseroan tidak hanya fokus pada pembiayaan perumahan, tetapi juga memperluas ekosistem layanan keuangan melalui penguatan segmen payroll loan, pensiunan, dan transactional banking,” ujar Ramon.

Penandatanganan dilakukan pada 22 Mei 2026 melalui skema Conditional Portfolio Transfer Agreement ( CPTA ) dan Conditional Loan Asset Transfer Agreement (CLATA) yang masing-masing telah disampaikan melalui keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). CPTA dan CLATA merupakan transaksi yang berdiri sendiri dan dapat diselesaikan pada waktu berbeda.

Dalam transaksi CPTA , BBTN akan mengakuisisi portofolio pinjaman pensiunan dan pra-pensiunan dengan manfaat pensiun yang dikelola Taspen dengan estimasi nilai mencapai Rp12,58 triliun.

Sementara itu melalui transaksi CLATA, perseroan akan mengakuisisi aset pinjaman terkait pensiunan Asabri, dana pensiun lainnya, serta pinjaman karyawan aktif BUMN maupun lembaga pemerintahan dengan estimasi Rp7,34 triliun.

Ramon menilai, segmen pensiunan dan payroll loan memiliki karakteristik pembayaran yang relatif stabil, sehingga berpotensi menjadi pendorong pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Selain memperkuat portofolio kredit, transaksi ini juga membuka peluang peningkatan dana murah (CASA), memperbesar transaksi nasabah dan mengoptimalkan ekosistem layanan BTN di berbagai wilayah.

Lebih lanjut dia menyebutkan, BBTN memproyeksikan transaksi tersebut akan berdampak positif terhadap pertumbuhan bisnis melalui peningkatan total aset dan portofolio kredit.

“Langkah ini juga sejalan dengan strategi BTN membangun ekosistem keuangan yang lebih luas dan inklusif, sekaligus memperkuat posisi perseroan sebagai bank di segmen konsumer dengan layanan yang semakin lengkap bagi masyarakat,” tutur Ramon.

Dia menegaskan, seluruh proses transaksi dilakukan sesuai ketentuan regulator dan tetap mengacu pada prinsip prudent banking.

BTN juga memastikan transaksi tersebut bukan transaksi afiliasi dan tidak mengandung benturan kepentingan sebagaimana diatur dalam ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Penyelesaian transaksi akan dilakukan setelah seluruh syarat pendahuluan dalam perjanjian dipenuhi masing-masing pihak.

Check Also

Dongkrak Kinerja Bisnis, Pertamina Optimalisasi AI Dan Digitalisasi

MarketNews.id-PT Pertamina (Persero), berkomitmen terus memperkuat transformasi digital melalui implementasi Artificial Intelligence (AI) untuk menciptakan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *