Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / ITMG Catatkan Peningkatan Produksi Batubara Hingga Lima Persen Di 2025

ITMG Catatkan Peningkatan Produksi Batubara Hingga Lima Persen Di 2025

MarketNews.id-Banyak cara untuk terus meningkatkan kinerja usaha di tengah tekanan bisnis yang terus berfluktuasi khususnya harga jual produk yang mengikuti dinamika pasar.

PT Indotambangraya Megah Tbk (ITMG), mensiasati dinamika usaha melalui efisiensi dan peningkatan penjualan Batubara. Hasil kerja keras manajemen membuahkan peningkatan produksi dan penjualan serta efisiensi yang menghasilkan laba signifikan.

ITMG mencatatkan kinerja produksi dan penjualan yang positif sepanjang tahun 2025, meski menghadapi tekanan dari penurunan harga batubara. Perusahaan berhasil meningkatkan produksi batubara sebesar 5 persen menjadi 21,2 juta ton dan penjualan naik menjadi 24,7 juta ton.

Namun, pendapatan perusahaan turun 18 persen menjadi USD1,88 miliar akibat penurunan harga jual rata-rata. Laba bersih tercatat sebesar USD195 juta dengan marjin laba kotor 26 persen.

Corporate Communication ITMG, Teuku Parvinanda menjelaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari efisiensi biaya dan ketahanan operasional.

Ia menyebut di sepanjang tahun 2025, ITMG melakukan penjualan batubara ke pelanggan di berbagai negara termasuk Indonesia (22%), Tiongkok (34%), Jepang (18%), India (9%), Filipina (4%) dan sejumlah negara lain di wilayah Asia Pasifik.

“Untuk kuartal I tahun 2026, Perusahaan menargetkan total volume produksi sebesar 5.1 juta ton, dan total volume penjualan sebesar 6.8 juta ton,” tulis Teuku dalam siaran persnya, Jumat 6 Maret 2026.

Selain memperkuat bisnis inti batubara, ITMG juga melanjutkan diversifikasi ke energi terbarukan mulai dari pembangkit listrik tenaga surya melalui proyek rooftop dan proyek pembangkit surya berskala utilitas (solar farm).

Hingga akhir 2025, kapasitas operasional mencapai 63,7 MWp hingga akhir 2025. Perusahaan turut masuk ke sektor mineral strategis melalui akuisisi minoritas PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (AKP), perusahaan tambang nikel yang relevan dengan transisi energi global.
Komitmen keberlanjutan ITMG ini mendapat pengakuan internasional.

“Sustainalytics menempatkan ITMG di peringkat pertama sub-industri batubara, baik di Indonesia maupun global. Ini bukti kesungguhan kami dalam menerapkan praktik pertambangan yang bertanggung jawab,” lanjutnya.

Sebagai bentuk kepercayaan terhadap prospek jangka panjang, ITMG melakukan pembelian kembali saham (buyback) dan membagikan dividen interim sebesar USD50 juta pada November 2025 lalu.

Check Also

Prabowo Beri Pengarahan 400 Calon Pemimpin Masa Depan BUMN

MarketNews.id- Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, memberikan taklimat atau pengarahan kepada 400 peserta angkatan pertama …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *