Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / BEI Dan KSEI Paparkan Tiga Langkah Reformasi Pasar Kepada MSCI

BEI Dan KSEI Paparkan Tiga Langkah Reformasi Pasar Kepada MSCI

MarketNews.id-Manajemen PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Dan KSEI, melanjutkan pertemuan secara daring dengan MSCI terkait rencana BEI dan KSEI lakukan Reformasi Pasar modal.

Rencana Aksi BEI ini melampaui harapan MSCI soal transparansi pengelolaan BEI. Sementara Reformasi Pasar modal yang bakal dilaksanakan oleh BEI termasuk didalamnya soal Demutualisasi bursa. Timbul pertanyaan soal independensi SRO. Siapa yang harus dipatuhi oleh BEI. OJK atau MSCI.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia ( KSEI ) kembali menggelar pertemuan virtual dengan Morgan Stanley Capital International ( MSCI ) dari Gedung BEI, Jakarta Selatan, Rabu (11/2/2026).

Pejabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan isi pembahasan dengan MSCI bersifat rahasia sehingga tidak dapat diungkapkan secara rinci.

Namun, ia memastikan diskusi berlangsung konstruktif dan fokus pada tiga rencana aksi yang sebelumnya telah disampaikan oleh Self-Regulatory Organization (SRO).

“Pertemuan berlangsung secara konstruktif, seperti pertemuan-pertemuan sebelumnya. Kami membahas detail dari tiga rencana aksi yang sudah disampaikan,” ujar Jeffrey dalam konferensi pers.

Tiga langkah utama yang dipaparkan meliputi peningkatan transparansi pengungkapan pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%, pengelompokan investor menjadi 28 kategori yang lebih granular, serta peningkatan batas minimal kepemilikan saham publik (free float) dari 7,5% menjadi 15%.

Sebagai bagian dari upaya memperkuat transparansi, BEI juga berencana menerbitkan daftar saham yang terindikasi memiliki konsentrasi kepemilikan tinggi atau shareholders concentration list, seperti yang telah diterapkan oleh Bursa Efek Hong Kong ( HKEX ).

Menurut Jeffrey, implementasi kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan integritas pasar modal Indonesia ke depan.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama SRO juga telah menggelar pertemuan virtual dengan MSCI pada Senin (2/26). Dalam pertemuan tersebut, otoritas menegaskan komitmen untuk mempercepat kenaikan batas free float menjadi 15% paling lambat Maret 2026.

Pertemuan itu dihadiri antara lain oleh Pejabat Pengganti Ketua sekaligus Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi, Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik, serta Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat.

Check Also

Bank Jakarta Raih Penghargaan Regulatory Compliance Award

MarketNews.id-Konsistensi Bank Jakarta dalam menerapkan tata kelola perusahaan berhasil meraih penghargaan Gold Regulatory Compliance pada …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *