MarketNews.id-Hampir seluruh indikator keuangan Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI sepanjang tahun 2025 catat kinerja positif.
Diantaranya, total aset naik 11,6 persen Jadi Rp456,19 triliun menunjukkan ekspansi perseroan yang solid. Sedangkan ekuitas naik 15,3 persen jadi Rp51,95 triliun cerminkan penguatan fundamental perusahaan. Hasilnya, BRIS mampu catatkaan Laba bersih sebesar Rp7,56 triliun atau alami peningkatan 8,02 persen dibandingkan tahun 2022.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI, menutup tahun buku 2025 dengan kinerja solid. Perseroan berhasil mencatat pertumbuhan pendapatan, kenaikan aset, serta penguatan ekuitas berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025 yang diterbitkan, Jumat 6 Februari 2026.
BRIS mencatat beberapa sumber pendapatan utama seperti pendapatan dari jual beli yang meningkat menjadi Rp14,51 triliun dari Rp13,40 triliun atau tumbuh 8,2 persen year on year (yoy). Pendapatan bagi hasil juga melonjak 26,5 persen yoy, dari Rp8 triliun menjadi Rp10,12 triliun.
Pendapatan imbalan jasa perbankan turut meningkat signifikan menjadi Rp4,63 triliun, tumbuh 25,9 persen yoy dari Rp3,67 triliun.
Keuntungan investasi surat berharga sebesar Rp1 triliun atau tumbuh dari sebelumnya hanya Rp587,19 miliar.
Setelah dikurangi dengan berbagai beban usaha, maka laba usaha yang berhasil dibukukan perseroan di tahun 2025 sebesar Rp10 triliun atau naik 7,86 persen yoy dari sebelumnya Rp9,27 triliun.
Dari sisi neraca, total aset BRIS tercatat mencapai Rp456,19 triliun, meningkat 11,6 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp408,61 triliun.
Pertumbuhan terutama berasal dari peningkatan pembiayaan musyarakah, piutang murabahah, serta kenaikan nilai aset tetap dan aset hak guna.
Liabilitas dan dana syirkah temporer juga bertumbuh seiring meningkatnya penghimpunan dana pihak ketiga. Simpanan wadiah naik menjadi Rp91,10 triliun, meningkat 22,4 persen dibanding 2024 yang sebesar Rp74,43 triliun.
Sementara itu, ekuitas perusahaan ikut menguat menjadi Rp51,95 triliun, naik 15,3 persen dari Rp45,04 triliun pada tahun sebelumnya.
Kenaikan ini ditopang oleh meningkatnya saldo laba serta pemulihan pos penghasilan komprehensif lain.
Untuk laba bersih perusahaan di tahun lalu sebesar Rp7,56 triliun atau naik dari tahun sebelumnya Rp7 triliun, setara kenaikan 8,02 persen yoy.
M Rizki A
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal