Home / Korporasi / BUMN / Bank BTN Targetkan Laba Bersih 2026 Tumbuh Hingga 22 Persen

Bank BTN Targetkan Laba Bersih 2026 Tumbuh Hingga 22 Persen

MarketNews.id-Manajemen PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI telah menyampaikan capaian capaian penting hingga Nopember 2025 tahun lalu.

Dari sisi kinerja keuangan, BBTN menargetkan laba bersih tumbuh 20-22 persen di 2026. Sedangkan kredit yang bakal disalurkan tumbuh 8-9 persen dengan Non Performing Loan (NPL) kurang dari tiga persen. Hingga Nopember 2025, BBTN sudah mengumpulkan laba bersih sebesar Rp 2,91 Triliun dibanding tahun 2024 sebesar Rp2,40 Triliun.

Direktur Utama (Dirut) BBTN Nixon LP Napitupulu mengatakan penyaluran kredit perseroan ditargetkan tumbuh 8-9 persen (yoy) pada 2026, dengan non performing loan (NPL) berada di bawah tiga persen.

“Kita merencanakan sampai tahun depan, loan growth mungkin masih 8-9 persen, tapi ini OJK terus terang minta dinaikkan, karena 12 (persen) tahun lalu.

Kemudian, net profit kita masih berani tulis 20-22 persen, karena memang masalah-masalah kredit masa lalunya sudah selesai. Jadi sudah bersih,” ujar Nixon dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI dengan Dirut BTN dan Dirut BNI di Kompleks DPR RI, Jakarta, Senin 26 Januari 2026.

BBTN menargetkan pertumbuhan deposito sebesar 7-8 persen pada tahun ini, dengan biaya dana atau cost of fund berada di level 3,6 persen, serta beban kredit di kisaran 1-1,2 persen.

“Kemudian cost of fund-nya juga kita turunkan di bawah 3,6 persen. Cost of credit-nya bisa naik sedikit jadi 1-1,2 persen, dan NPL pertama kali nanti kita di bawah 3 persen,” ujar Nixon.

Pada 2025 hingga periode November, BTN membukukan laba bersih sebesar Rp2,91 triliun, atau tumbuh 21,10 persen (yoy) dibandingkan periode sama tahun sebelumnya senilai Rp2,40 triliun.

Pertumbuhan laba bersih perseroan ditopang oleh kredit dan pembiayaan yang disalurkan senilai Rp386,47 triliun hingga 30 November 2025, atau naik 8,74 persen (yoy) dari sebelumnya Rp355,42 triliun.

Perseroan membukukan pertumbuhan DPK seiring dengan upaya perseroan meningkatkan pendanaan terutama dana murah atau current account and saving account (CASA).

Per November 2025, DPK perseroan meningkat 15,77 persen (yoy) menjadi Rp423,96 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp366,22 triliun.

M Rizki A

Check Also

IFG Apresiasi Kinerja Jamkrindo, Dorong UMKM Naik Kelas Secara Berkelanjutan

MarketNews.id- Indonesia Financial Group (IFG), mengapresiasi kinerja PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) sepanjang 2025 yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *