Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / BPS : Hingga November 2025, Ekspor Batubara Turun 3,9 Persen, CPO Naik 4,3 Persen

BPS : Hingga November 2025, Ekspor Batubara Turun 3,9 Persen, CPO Naik 4,3 Persen

MarketNews.id-Sepanjang 11 bulan pertama 2025, ekspor komiditaas unggulan Indonesia menunjukkan pergerakan variatif. Untuk batubara, alami penurunan hingga 3,9 persen, sementara untuk pengiriman CPO Naik 4,3 persen dengan volume 20,85 juta ton senilai USD21,63 Miliar.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kinerja ekspor komoditas utama Indonesia menunjukkan pergerakan variatif sepanjang Januari hingga November 2025.

Ekspor batu bara mengalami penurunan, sementara ekspor minyak sawit (CPO) dan olahannya masih mencatatkan pertumbuhan secara tahunan meski melemah sepanjang November, demikian laporan  Reuters,  di Jakarta, Senin 5 Januari 2026.

BPS mencatat volume ekspor batu bara domestik mencapai 354,64 juta metrik ton selama periode Januari-November 2025. Angka tersebut anjlok 3,97 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Data ini disusun berdasarkan laporan dari Ditjen Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan.

BPS menegaskan bahwa angka ekspor batubara tersebut dapat berbeda dengan data yang dirilis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM ).

Perbedaan terjadi karena Kementerian ESDM menggunakan laporan langsung dari perusahaan pertambangan sebagai basis penghitungan. Sementara itu, kinerja ekspor CPO dan produk olahannya menunjukkan tren yang lebih positif secara kumulatif.

Sepanjang Januari hingga November 2025, Indonesia mengekspor 20,85 juta metrik ton CPO dan refined palm oil. Volume tersebut meningkat 4,32 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Dari sisi nilai, ekspor CPO pada periode tersebut menghasilkan devisa sebesar USD21,63 miliar.

Namun, secara bulanan, kinerja ekspor minyak sawit melemah. Pada November 2025, volume ekspor tercatat 1,36 juta metrik ton, merosot hampir 29 persen dibandingkan November 2024.

BPS menjelaskan bahwa data ekspor minyak sawit yang dirilis tidak mencakup palm kernel oil, produk oleokimia, maupun biodiesel.

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) biasanya merilis data tersendiri pada waktu berbeda dengan cakupan produk yang lebih luas, sehingga angka ekspor yang disampaikan dapat berbeda dari data BPS.

Check Also

Bank Jakarta Raih Penghargaan Regulatory Compliance Award

MarketNews.id-Konsistensi Bank Jakarta dalam menerapkan tata kelola perusahaan berhasil meraih penghargaan Gold Regulatory Compliance pada …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *