Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / OJK Akan Perbesar Batas Minimal Saham Emiten Yang Beredar Di Masyarakat

OJK Akan Perbesar Batas Minimal Saham Emiten Yang Beredar Di Masyarakat

MarketNews.id- Otoritas Jasa keuangan (OJK), akan meningkatkan batas minimal saham beredar atau free float emiten sebagai langkah meningkatkan kualitas emiten dan mengekor praktek terbaik di bursa utama global.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi menyatakan penyesuaian kebijakan free float diantaranya untuk menyesuaikan dengan best practice yang ada di global saat ini.

“Kebijakan free float yang cukup tinggi umumnya berdampak positif pada kualitas emiten karena meningkatkan likuiditas, transparansi, dan daya tarik terhadap investor,” terang Inarno dalam jawaban tertulis dikutip Sabtu 8 Februari 2025.

Namun, jelas dia, hal ini perlu peran OJK dan emiten dalam memastikan terjaganya tata kelola yang baik dan likuiditas yang optimal agar emiten lebih berkualitas dan kompetitif di pasar modal.

“Salah satu program pendalaman di OJK tahun ini adalah meningkatkan kuantitas dan kualitas Emiten, diharapkan ke depan jumlah Emiten yang force delisting sudah tidak ada atau berkurang jauh,” papar Inarno.

Padahal berdasarkan data terdapat 10 emiten telah mendapat surat dari BEI yang meminta untuk membeli kembali saham publik karena pembatalan pencatatan sahamnya atau force delisting.

Hanya JKSW dan HDTX diantara 10 emiten yang telah menyatakan buy back. Bila melihat komposisi pemegang sahamnya. JKSW dengan tingkat free float 40,7 persen. Sedangkan HDTX hanya 1,1 persen dikuasai publik. Dengan kata lain 98,9 persen saham perseroan masih dikuasai pengendali.

Sementara 8 emiten lain belum menyampaikan pengumumkan buy back. Padahal BEI meminta buy back dilakukan dari 20 Januari-18 Juli 2025.

Berikut komposisi pemegang saham 8 emiten tersebut:

1. Mas Murni Indonesia (MAMI). Saat ini 27 persen porsi saham dipegang oleh Brentfield Invesment Limited, Sentra Kencana 6,4 persen, pemodal asing 4,7 persen dan investor publik 61,2 persen. Duduk sebagai komisaris Utama Surya Atmadinata, Direktur utama Djaja Santoso

2. Forza Land Indonesia (FORZ). Dalam laporan kepemilikan saham tercatat nama Freddy Setiawan memegang 17,24 persen; Forza Indonesia kempit 12,3 persen, Reksa Dana Narada 8,2 persen; BP25 SG/BNP PARIBAS 6,7 persen; BOS LTD S/A FREDDY 0,25 persen; dan investor publik 55,2 persen. Perusahaan ini menuliskan Freddy Setiawan sebagai Pengendali dan Penerima Manfaat Akhir Kepemilikan Saham per 28 Februari 2021.

3. Hanson International (MYRX) yang saat ini dipegang atau disita oleh Kejaksaan Agung sebesar 23,26 persen porsi kepemilikan saham. Asabri masih menguasai 11,3 persen dan 65,4 persen dikuasai investor Dalam jajaran manajemen masih tercantum Benny Tjokrosaputro terdakwa Korupsi Asuransi Jiwasraya selaku Komisaris Utama.

4. Grand Kartech (KRAH), berdasarkan data komposisi saham terakhir Sutardja Dinamika menguasai 71,8 persen porsi saham. Investor publik 10,8 persen.

5. Cottonindo Ariesta (KPAS). Menilik komposisi pemegang sahamnya, Marting Djapar memegang 27,99 persen porsi saham. Dia juga tercatat sebagai direktur utama. Investor publik 34,5 persen.

6. Steadfast Marine (KPAL) milik Eddy Kurniawan Logam yang memegang 19,91 persen. Lalu Rudy Kurniawan Logam mengempit 13,38 persen saham persen. Keduanya tercatat sebagai pengendali dan penerima manfaat akhir.

7. Prima Alloy Steel Universal (PRAS) milik Enmaru International dengan porsi saham 54,07 persen dan sisanya dikuasai oleh masyarakat. Duduk sebagai komisaris utama Paulus Bondan S. Herman. Sedangkan direktur utama tercatat nama Djoko Sutrisno.

8. Nipress (NIPS) dengan pengendali, Trinitan International dan Ferry Joedianto Robertus Tandiono. Keduanya masing masing memegang 23,8 persen dan 5,3 persen. Trimegah Sekuritas Indonesia (TRIM) milik Garibaldi Thohir berinvestasi pada saham ini dengan porsi 12 persen.

Abdul Segara

Check Also

Sepekan Perdagangan Saham Di BEI Indeks Naik 2,35 Persen Ke Level 7.634

MarketNews.id-Perdagangan saham Di Bursa Efek Indonesia (BEI), dalam sepekan terakhir catatkan kinerja positif. Seluruh indikator …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *