Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Energi Mega Persada Taksir Investasi Di Blok Sengkang USD100 Juta

Energi Mega Persada Taksir Investasi Di Blok Sengkang USD100 Juta

MarketNews.id- Energi Mega Persada (ENRG ), telah melakukan upaya komersialisasi dengan menandatangani Memorandum of Understanding dengan pihak ketiga untuk menjajaki penjualan gas sebesar 70 mmscfd selama 5 tahun  pada lapangan Wasambo di Wilayah Kerja Sengkang.

Direktur Utama ENRG, Syailendra S Bakrie mengatakan melihat peluang-peluang lainnya sehubungan kebutuhan gas untuk pasokan sistem ketenagalistrikan yang selama ini merupakan backbone dari penjualan gas di wilayah Sulawesi Selatan.

Selain itu, ENRG  juga aktif melakukan kegiatan pemboran eksplorasi di lapangan Sallobulo dan East Walanga untuk mencari cadangan baru yang akan dimanfaatkan untuk kebutuhan energi di Sulawesi Selatan.

Saat ini, ENRG sedang melakukan kajian reaktivasi lapangan minyak dan gas bumi dan potensi temuan minyak dan gas bumi yang belum dikembangkan (undeveloped discovery) di wilayah-wilayah kerja Perseroan dengan harapan memberikan potensi tambahan produksi dan cadangan.

“Dari hasil kajian tersebut akan direncanakan kegiatan berupa akuisisi seismik 3D, pengeboran sumur (kajianappraisal), sumur pengembangan, pemasangan Very Low Pressure (VLP) Compressor, akuisisi data sumuran dan kerja ulang (workover) dengan perkiraan potensi investasi mencapai USD 100 juta,” dalam keterangan resmi, Selasa 10 Desember 2024).

Dia juga melaporkan telah berhasil memberikan kenaikan produksi di Lapangan Tonga dengan laju alir minyak awal 100 BOPD di Wilayah Kerja Tonga dan Lapangan MSTA di Wilayah Kerja Malacca Strait dengan laju alir minyak awal sebesar 200 BOPD.

Dia juga menyampaikan kenaikan produksi itu hasil dari optimalisasi lapangan yang sedang tidak berproduksi (idle) melalui metode studi integrasi dan operasi yang lebih efisien dan ekonomis.

Dia menceritakan,  Lapangan Tonga tersebut yang terletak di Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara kurang ekonomis untuk diproduksikan karena memerlukan trucking sejauh 410 km.

Dengan adanya integrasi operasi dengan lapangan Lindai yang dioperasikan oleh PT EMP Energi Gandewa di Wilayah Kerja Siak, maka jarak tempuh trucking dapat dikurangi menjadi 200 km sehingga lebih ekonomis.

Sedangkan Lapangan MSTA di Wilayah Kerja Malacca Strait menjadi lebih ekonomis setelah dilakukan integrasi dengan Lapangan MSTB.

“Keberhasilan Lapangan MSTA akan dilanjutkan dengan penambahan titik sumur baru dengan potensi produksi awal minyak melebihi 750 BOPD dengan total investasi mencapai USD30 juta,” terang dia.

Check Also

BRI Danareksa Sekutitas : Kenaikan Harga BBM Non Subsidi Hanya Berdampak Terbatas Pada Inflasi

MarketNews.id- Kenaikan harga BBM nonsubsidi diperkirakan hanya menimbulkan tekanan inflasi yang terbatas. Riset BRI Danareksa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *