MarketNews.id-Bio Farma pasang badan menjamin kelangsungan usaha dan membayar kewajiban jatuh tempo Indofarma (INAF).
Pernyataan tersebut tertera dalam Surat No. SD-001.28/DIR/VI/2024 tanggal 28 Juni 2024 yang tercantum dalam laporan keuangan INAF kuartal III 2024 tanpa audit.
“Bio Farma mendukung upaya INAF untuk tetap dapat menjalankan kegiatan usahanya dan memenuhi kewajiban keuangannya pada saat jatuh tempo,” tulis Direktur Utama INAF, Yeliandriani.
Pasalnya, INAF mengalami tekor modal sedalam Rp970,63 miliar pada akhir September 2024, atau bengkak 20,6 persen dibanding akhir tahun 2023.
Pemicunya, defisit atau akumulasi rugi menahun menukik 11,8 persen dibanding tahun 2023 menyentuh Rp1,578 triliun yang ditumpuk rugi bersih Rp166,48 miliar pada akhir September 2024.
Terlebih, aset lancar INAF hanya senilai Rp208,94 miliar, Tapi kewajiban jangka pendek mencapai Rp1,42 triliun pada akhir September 2024.
Kondisi yang perlu dicermati lainnya, kas bersih digunakan untuk operasi selama 9 bulan 2024 mencapai Rp55,659 miliar.
“Kondisi ini, antara lain, menimbulkan keraguan terhadap kemampuan INAF untuk mempertahankan kelangsungan usahanya,” tulis Yeliandriani.
Selain mengandalkan Bio Farma, INAF telah menyusun langkah untuk keluar dari kemelut keraguan kelangsungan usaha seperti Fokus kepada bisnis yang sifatnya make to order untuk semua produk termasuk natural extract, guna memitigasi risiko produk tidak terjual, produk retur dan piutang tidak tertagih.
Lalu, memproduksi obat-obat dengan skema makloon, guna memaksimalkan utilitas pabrik namun tidak ada risiko barang tidak terjual.
Kemudian menjalin kerjasama kembali dengan mitra-mitra loyal/loyal dengan sumber modal kerja dari pelanggan.Tak lupa, penjualan alat kesehatan dengan sistem make to order.
INAF juga berupaya mendapatkan modal kerja baik melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) maupun penjualan aset bukan milik lini usaha utama.
Abdul Segara
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal