MarketNews.id-Perdagangan Saham akhir pekan lalu berlangsung marak sejalan dengan penurunan tingkat bunga FED yang diikuti oleh penurunan tingkat bunga perbankan nasional. Sementara emiten unggulan seperti sawit, Batubara dan Migas ikut terkerek naik harganya lantaran turunnya tingkat bunga yang di pelopori FED.
Selama sepekan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), rata-rata nilai transaksi harian tercatat Rp14,93 triliun atau menurun 0,37 persen dibandingkan sepekan sebelumnya, yakni Rp14,98 triliun per hari.
Berdasarkan data perdagangan saham di BEI yang dikutip Jum’at 22 September 2024, selama sepekan terakhir rata-rata volume transaksi harian mencapai 28,07 miliar saham atau melonjak 20,21 persen dibandingkan 23,35 miliar saham per hari pada pekan sebelumnya.
Sementara itu, rata-rata frekuensi transaksi harian selama sepekan terpantau 1,26 juta kali atau mengalami kenaikan 10,53 persen dibandingkan sepekan sebelumnya yang hanya 1,14 juta kali transaksi per hari.
Namun demikian, pada penutupan perdagangan Jumat 20 September 2024, posisi Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) berada di level 7.743 atau melorot 0,88 persen dibandingkan saat penutupan perdagangan akhir pekan sebelumnya, 7.812.
Dengan posisi IHSG yang berada di level 7.743, maka nilai kapitalisasi pasar (market cap) BEI pada akhir pekan ini tersisa Rp13.007 triliun atau anjlok 2,86 persen dibandingkan saat penutupan perdagangan akhir pekan sebelumnya 13 September 2024 yang mencapai Rp13.390 triliun.
Pada perdagangan Jumat, investor asing mencatatkan aksi beli bersih Rp523,15 miliar. Adapun untuk sepanjang tahun ini yang berakhir 20 September 2024, net foreign buy di BEI mencapai Rp56,11 triliun.
Selama sepekan perdagangan, BEI juga menerima pencatatan satu surat utang, yakni Obligasi Berkelanjutan II Tahap III-2024 sebesar Rp1,1 triliun yang diterbitkan oleh PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM). Obligasi ini memiliki peringkat idA (Single A) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).
Dengan demikian, jumlah emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI sepanjang 2024 sebanyak 107 emisi dari 65 emiten senilai Rp90,79 triliun.
Sementara itu, total emisi obligasi dan sukuk di BEI sebanyak 588 emisi dengan nilai outstanding Rp463,26 triliun dan USD60,12 juta, yang diterbitkan oleh 132 emiten.
Hingga saat ini Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di BEI berjumlah 194 seri, dengan nilai nominal Rp6.273,24 triliun dan USD502,10 juta.
Adapun jumlah Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak sembilan emisi, dengan total nilai outstanding Rp2,93 triliun.
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal