MarketNews.id-PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL), terus menunjukkan rekam jejak perkembangan yang kuat sebagai perusahaan jasa konsultasi dan solusi terpadu serta distribusi produk TIK dalam 51 tahun kiprahnya.
Kembali masuknya MTDL dalam FORTUNE Indonesia 100, yaitu jajaran perusahaan dengan pendapatan terbesar di tahun 2026 menjadi bukti konsistensi Perseroan dalam mempertahankan posisi sebagai perusahaan teknologi terbesar dan terlengkap di Indonesia.
Teristimewa, MTDL menempati peringkat pertama untuk kategori Industri Teknologi. Bahkan tidak hanya dari FORTUNE, MTDL juga meraih penghargaan Best Technology Sector – IDX Main Board dalam ajang EmitenNews Capital Market Excellence Awards 2026.
“Selama lebih dari 50 tahun, Metrodata terus bertumbuh dengan berpegang pada nilai-nilai yang telah ditanamkan oleh para pendiri, yaitu integritas, profesionalisme, dan semangat kewirausahaan.
Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi bagi kami untuk terus beradaptasi, berinovasi, dan mengembangkan kapabilitas, sehingga mampu mempertahankan posisi sebagai perusahaan teknologi terbesar sekaligus memiliki solusi TIK yang terlengkap di Indonesia,” kata Presiden Direktur MTDL, Susanto Djaja.
Jika dirunut ke belakang, Perseroan secara konsisten terus membukukan pertumbuhan pendapatan positif. Bisa dilihat sejak pasca pandemi COVID-19, di mana pendapatan Perseroan di tahun 2021 tumbuh 31,9% menjadi Rp18,50 triliun, tahun 2022 tumbuh 13,5% menjadi Rp20,99 triliun, tahun 2023 tumbuh 5,2% menjadi Rp22,09 triliun, tahun 2024 tumbuh 13,9% menjadi Rp25,15 triliun, dan tahun 2025 lalu tumbuh 8,1% menjadi Rp27,20 triliun.
Tidak mengherankan, jika MTDL merupakan satu-satunya perusahaan teknologi nasional yang berhasil mempertahankan posisinya setiap tahun tanpa putus di daftar FORTUNE Indonesia 100 sejak penghargaan ini diterbitkan tahun 2021.
Penghargaan tahun 2026 ini diberikan berdasarkan kinerja MTDL tahun fiskal 2025. Dimana dari pendapatan tahun 2025 sebesar Rp27,2 triliun, Perseroan berhasil meraih laba bersih konsolidasi sebesar Rp814,0 miliar atau tumbuh 10 persen (YoY).
Dari dua unit bisnis yang dimiliki, unit Distribusi Digital masih menjadi kontributor utama pendapatan Perseroan. Dengan strategi diversifikasi produk, unit usaha ini meraih pertumbuhan penjualan hingga 9 persen YoY di tahun 2025, dipimpin oleh segmen smartphone yang pertumbuhan penjualannya mencapai 24,6 persen, adapun segmen komersial meningkat 7,2 persen.
Sementara itu, unit bisnis Solusi & Konsultasi Digital mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 4,5 persen YoY dan pertumbuhan laba bersih 12 persen YoY.
Meningkatnya permintaan pada layanan berbasis teknologi, khususnya Cloud, Hybrid Infrastructure, dan Cybersecurity merupakan pendorong utama pertumbuhan pendapatan unit tersebut di tahun 2025.
Tren adopsi AI
Industri TIK memiliki ciri perkembangan dan perubahan yang sangat cepat, apalagi di era digital dan muncul kecerdasan buatan (AI). Dalam hal ini, Perseroan melihat, perkembangan industri dan teknologi yang berlangsung secara masif telah membawa pada peningkatan pesat tren adopsi kecerdasan buatan (AI) untuk bisnis di Indonesia.
Pada semester pertama tahun ini, hal tersebut tercermin dari kinerja bisnis Data & AI MTDL yang mencatat pertumbuhan order booking sebesar 53% secara YoY, serta bisnis Hybrid AI (Hybrid IT & Infrastructure) yang menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 172% YoY.
Meski masih jadi hal baru, pertumbuhan adopsi AI pada pelaku bisnis Indonesia berpotensi menjadi pendorong pertumbuhan kinerja jangka panjang Perseroan ke depannya. “Masih baru mulai, berarti masih sangat besar ruang untuk tumbuhnya permintaan dari adopsi AI ini. Oleh karenanya, kami terus meningkatkan kemampuan layanan solusi melalui 8 pilar solusi Metrodata untuk menjawab tantangan dari pertumbuhan adopsi AI tersebut,” kata Susanto.
Terkait hal itu, MTDL bertekat untuk terus memperkuat cengkeraman di pasar TIK dengan menjawab setiap tantangan bisnis yang muncul.
Terus memperkuat portofolio produk, baik dari Unit Bisnis Distribusi Digital maupun Solusi & Konsultasi Digital menjadi strategi utama Perseroan dalam melanjutkan pertumbuhan pendapatan positif pada tahun 2026.
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal