Home / Korporasi / BUMN / Laba Bersih PGEO Tumbuh 15,48 Persen Jadi USD79,61 Juta Di Juni 2026

Laba Bersih PGEO Tumbuh 15,48 Persen Jadi USD79,61 Juta Di Juni 2026

MarketNews.id-Sepanjang semester pertama tahun ini PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba bersih dua digit seiring peningkatan produksi panas bumi dan membaiknya kinerja operasional pembangkit.

Sementara kondisi keuangan perseroan terlihat semakin solid yang tercermin dari ekuitas mencapai USD2,01 miliar dan libiliatas turun 2,8 persen jadi USD961,18 juta.

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba bersih dua digit sepanjang semester I 2026 seiring peningkatan produksi panas bumi dan membaiknya kinerja operasional pembangkit.

Hingga 30 Juni 2026, perseroan membukukan pendapatan sebesar USD235,03 juta atau meningkat 14,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar USD204,85 juta. Sementara itu, laba bersih tercatat mencapai USD79,61 juta atau tumbuh 15,48% secara tahunan dari semula USD43,90 juta.

Direktur Keuangan PGEO Fransetya Hasudungan Hutabarat mengatakan, kenaikan pendapatan didorong oleh pertumbuhan produksi dan meningkatnya keandalan pembangkit listrik tenaga panas bumi ( PLTP ) yang dikelola perusahaan.

Naiknya pendapatan ditopang pertumbuhan produksi dan keandalan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi ( PLTP ), serta keuntungan selisih kurs yang positif,” ujar Fransetya dalam keterangannya, Senin 5 Oktober 2026.

Dari sisi neraca, struktur permodalan perusahaan juga menunjukkan perbaikan. Ekuitas tercatat sebesar USD2,006 miliar, sedangkan total liabilitas turun 2,80 persen dibandingkan posisi akhir 2025 menjadi USD961,18 juta.

Kinerja keuangan tersebut ditopang oleh peningkatan produksi listrik. Hingga Juli 2026, total produksi PGEO mencapai sekitar 3.222 gigawatt hour (GWh), naik 12,7 persen dibandingkan 2.859 GWh pada periode yang sama tahun sebelumnya dan menjadi rekor produksi tertinggi perseroan.

Peningkatan produksi terjadi di seluruh wilayah operasi, dengan pertumbuhan tertinggi berasal dari area Lumut Balai yang melonjak 85,5 persen menjadi 567 GWh setelah Unit 2 beroperasi penuh sejak Juni 2025.

Sedangkan Kamojang membukukan produksi 1.113 GWh atau naik 6,3 persenb, Karaha meningkat 22,7% menjadi 75 GWh, Ulubelu naik 1,8 persen menjadi 953 GWh, dan Lahendong tumbuh 1 persen menjadi 514 GWh.

Perseroan menargetkan total produksi sepanjang 2026 mencapai 5.255 GWh, lebih tinggi dibandingkan realisasi 5.095 GWh pada 2025.

Dengan peningkatan volume produksi tersebut, pendapatan dari operasi milik sendiri diproyeksikan terus meningkat hingga akhir tahun.

Di tengah penguatan kinerja operasional dan keuangan, PGEO juga mempercepat ekspansi kapasitas melalui pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 3 dan 4 masing-masing berkapasitas 55 MW.

Proyek tersebut telah masuk Green Book 2026 Kementerian PPN/Bappenas sehingga berpotensi memperoleh akses pinjaman luar negeri senilai USD158,86 juta untuk Unit 3 dan USD148,97 juta untuk Unit 4.

Direktur Utama PGEO, Ahmad Yani menegaskan kinerja operasional yang kuat serta pengembangan proyek baru menjadi modal penting bagi pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

Sebagai world leading geothermal producer, PGE memahami bahwa ketahanan energi nasional memerlukan pasokan listrik yang tidak hanya bersih, tetapi juga stabil dan andal.

“Kinerja yang solid dan proyek yang terus bergerak menjadi fondasi kami untuk tumbuh secara berkelanjutan,” katanya.

Check Also

Satgas PKH Kuasai Kembali 6,27 Juta Hektar Hutan Dan Setor Rp13,24 Triliun Ke Kas Negara

MarketNews.id.- Presiden Prabowo Subianto menyaksikan langsung penyerahan denda administratif, hasil penyelamatan keuangan negara, serta penguasaan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *