Home / Korporasi / BUMN / Per Agustus 2026, Laba Bersih Bank Mandiri Capai Rp37,48 Triliun. naik 22,28 Persen

Per Agustus 2026, Laba Bersih Bank Mandiri Capai Rp37,48 Triliun. naik 22,28 Persen

MarketNews.id-Meningkatnya Laba Bersih PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sepanjang delapan bulan terakhir ini, ditopang oleh pendapatan bunga bersih sebesar Rp54,83 triliun naik sebanyak 7,2 persen.

Sementara kredit BMRI meningkat 17,64 persen jadi Rp1. 592,20 triliun, dengan total aset tumbuh 20,72 persen jadi Rp2. 358,54 triliun. Sedangkan DPK naik jadi Rp1.687,21 triliun.

Laba Bersih BMRI Tumbuh 22,28% Menjadi Rp37,48 Triliun Hingga Agustus 2026

Laba bersih Bank Mandiri (BMRI) hingga Agustus 2026 tumbuh 22,28% menjadi Rp37,48 triliun dari Rp30,65 triliun, ditopang kenaikan pendapatan bunga bersih 7,2% menjadi Rp54,83 triliun.

Kredit BMRI meningkat 17,64% menjadi Rp1.592,20 triliun, sementara total aset tumbuh 20,72% menjadi Rp2.358,54 triliun.
DPK BMRI naik menjadi sekitar Rp1.687,21 triliun, terutama didorong lonjakan deposito menjadi Rp501,44 triliun dari Rp339,34 triliun.

Berdasarkan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain bulanan Bank Mandiri per 31 Agustus 2026 yang dipantau Redaksu melalui website resmi perseroan, Selasa 22 September 2026 pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh peningkatan pendapatan bunga bersih serta laba operasional.

Pendapatan bunga Bank Mandiri hingga Agustus 2026 tercatat Rp86,22 triliun, meningkat 6,52 persen dibandingkan Rp80,94 triliun pada Agustus 2025. Sementara itu, beban bunga naik menjadi Rp31,38 triliun dari Rp29,76 triliun.

Dengan demikian, pendapatan bunga bersih mencapai Rp54,83 triliun, tumbuh 7,2 persen dibandingkan Rp51,17 triliun pada periode yang sama 2025.

Secara keseluruhan, laba operasional Bank Mandiri mencapai Rp46,06 triliun hingga Agustus 2026, meningkat 22,76 persen dibandingkan Rp37,52 triliun pada Agustus 2025.

Setelah memperhitungkan pendapatan dan beban nonoperasional serta pajak penghasilan sebesar Rp8,56 triliun, laba bersih periode berjalan tercatat Rp37,48 triliun. Angka tersebut meningkat Rp6,83 triliun dibandingkan laba bersih Rp30,65 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi neraca, total aset Bank Mandiri per 31 Agustus 2026 mencapai Rp2.358,54 triliun, meningkat 20,72 persen dibandingkan Rp1.953,68 triliun pada 31 Agustus 2025.

Sementara pertumbuhan aset terutama didukung oleh penyaluran kredit. Kredit yang diberikan tercatat Rp1.592,20 triliun, naik 17,64 persen dibandingkan Rp1.353,43 triliun setahun sebelumnya.

Dana pihak ketiga yang tercermin dalam pos liabilitas juga mengalami pertumbuhan. Saldo giro per Agustus 2026 mencapai Rp623,09 triliun, naik dari Rp590,56 triliun pada Agustus 2025.

Tabungan meningkat menjadi Rp562,68 triliun dari Rp505,26 triliun, sedangkan deposito melonjak menjadi Rp501,44 triliun dari Rp339,34 triliun.

Secara keseluruhan DPK Bank Mandiri mencapai sekitar Rp1.687,21 triliun per 31 Agustus 2026, dibandingkan sekitar Rp1.435,16 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Total liabilitas Bank Mandiri meningkat menjadi Rp2.095,83 triliun dari Rp1.706,46 triliun. Sementara itu, total ekuitas naik menjadi Rp262,71 triliun dari Rp247,22 triliun.

Dengan demikian, hingga akhir Agustus 2026, pertumbuhan laba bersih Bank Mandiri tercatat lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan aset dan kredit, sementara peningkatan dana deposito menjadi salah satu komponen utama pertumbuhan pendanaan perseroan.

Check Also

DPR Dan Pemerintah Sepakati Solusi Konflik Agraria Dalam Rapat Dipimpin Dasco

MarketNews.id- Konflik agraria yang berlarut, pemulihan hak atas tanah, ketimpangan penguasaan lahan, hingga koordinasi antarlembaga …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *