MarketNews.id-Sepekan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), berjalan begitu dinamis meski berakhir dengan pelemahan Indeks hingga 1,43 persen. Saham BBCA dan BBTI jadi pemberat utama turumnya Indeks.
Indeks sektor teknologi (IDX TECHNO) memberi andil dengan penurunan terdalam sebesar 4,03 persen diikuti (IDX INDUST) menjadi sektor dengan kinerja terbaik dengan kenaikan 2,16 persen.
Saham BBCA dan BYAN menjadi pemberat utama Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) sepanjang sepekan hingga penutupan perdagangan Jumat 11 September 2026 ketika IHSG anjlok 1,43 persen ke level 6.541.
Sementara itu, indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) mencatat penurunan terdalam di antara indeks sektoral, yakni mencapai 4,03 persen.
Berdasarkan data di aplikasi IPOT , penutupan perdagangan BEI pada Jumat IDXTECHNO tercatat anjlok 4,03 persen. DCII sebagai emiten pemilik market cap terbesar di sektor ini senilai Rp479 triliun, harga sahamnya dalam sepekan terakhir menurun 0,05 persen ke level 201.100.
Kemudian, MLPT dengan market cap senilai Rp55,5 triliun, harga sahamnya merosot 1,66 persen ke posisi 1.185.
Selama sepekan terakhir, indeks sektor barang konsumen non-primer (IDXCYCLIC) terpantau melorot 3,08 persen. VKTR sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp34,7 triliun, harga sahamnya tersungkur 8,09 persen ke 865.
Namun, MGLV sebagai emiten dengan market cap terbesar kedua di IDXCYCLIC senilai Rp9 triliun, harga sahamnya justru melonjak 24,24 persen ke level 15.250. Adapun MDIY sebagai emiten dengan market cap terbesar ketiga senilai Rp37,8 triliun, harga sahamnya merosot 2,6 persen ke 935.
Selanjutnya, indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) melemah 2,71 persen dalam sepekan. MPRO sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp119 triliun, sahamnya melemah 2,03 persen ke level 12.050.
Lalu, PANI sebagai emiten dengan market cap terbesar kedua di IDXPROPERT senilai Rp102 triliun, mencatat penurunan harga saham mencapai 6,64 persen ke posisi 5.625.
Berikutnya, indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) tercatat melorot 2,43 persen selama sepekan. HMSP sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp84,9 triliun, harga sahamnya melemah 1,35 persen ke level 730.
Sedangkan ICBP sebagai emiten dengan market cap terbesar kedua senilai Rp83 triliun, harga sahamnya menurun 2,06 persen ke level 7.125.
Indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) berada di urutan berikutnya dengan penurunan 1,96 persen sepanjang sepekan. BBCA sebagai emiten dengan market cap terbesar di IDXFINANCE maupun BEI senilai Rp771 triliun, harga sahamnya terperosok 5,60 persen ke level 6.325.
BBRI sebagai emiten dengan market cap terbesar kedua di sektor keuangan maupun BEI senilai Rp490 triliun, harga sahamnya melorot 3,54 persen ke level 3.270.
Kemudian, indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) terpantau menurun 1,65 persen dalam sepekan, terutama tertekan BREN sebagai emiten dengan market cap terbesar di IDXINFRA senilai Rp433 triliun.
Harga saham BREN tercatat melorot hingga 3,57 persen ke level 3.240. Sementara itu, TLKM yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar kedua senilai Rp257 triliun, harga sahamnya melemah 0,38 persen ke level 2.600.
Indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) melemah 0,92 persen dalam sepekan terakhir. GIAA sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp26 triliun, harga sahamnya melorot 4,48 persen ke level 64.
Namun, TMAS yang memiliki market cap terbesar kedua senilai Rp8,32 triliun, harga sahamnya justru menguat 1,39 persen ke 146.
Sementara itu, WBSA sebagai konstituen IDXTRANS dengan dengan market cap Rp5,89 triliun, mengalami penurunan harga saham sebesar 2,16 persen ke 680.
Selanjutnya diikuti indeks sektor barang baku (IDXBASIC) yang mencatatkan penurunan tipis 0,19 persen dalam sepekan.
AMMN sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp352 triliun, harga sahamnya justru melonjak 10,71 persen ke level 4.860. TPIA dengan market cap terbesar kedua senilai Rp162 triliun, harga sahamnya melorot 5,76 persen ke 1.880. Lalu, BRPT dengan market cap terbesar ketiga senilai Rp159 triliun, juga melorot 5,03 persen ke 1.700.
Berikutnya, indeks sektor energi (IDXENERGY) menjadi indeks yang mencatat penurunan paling tipis dalam sepekan di antara sektor yang berada di zona merah, yakni sebesar 0,14 persen.
Saham BYAN dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp411 triliun, harga sahamnya anjlok 10,51 persen ke 12.350. DSSA dengan market cap terbesar kedua senilai Rp211 triliun, harga sahamnya terperosok 6,78 persen ke level 12.350.
Indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) terpantau menguat 0,77 persen dalam sepekan terakhir. SRAJ sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp190 triliun, mencatat lonjakan harga saham 17,29 persen ke level 15.600.
KLBF sebagai emiten dengan market cap terbesar kedua Rp34,4 triliun, sebaliknya merosot 5,16 persen ke 735. SOHO yang memiliki market cap Rp20,3 triliun, harga sahamnya melambung 33,2 persen ke level 1.605.
Pada posisi teratas, indeks sektor industri (IDXINDUST) mencatat kenaikan 2,16 persen dalam sepekan terakhir. ASII sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di sektor ini senilai Rp198 triliun, harga sahamnya menguat 0,2 persen ke level 4.910.
Sementara UNTR dengan market cap terbesar kedua senilai Rp98,1 triliun, mencatatkan kenaikan harga saham sebesar 5,41 persen ke level 26.300.
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal