MarketNews.id-Berita akan masuknya Haji Isam sebagai pemegang mayoritas PT Bayan Resources Tbk (BYAN) semakin menggema di lantai bursa BEI.
Meskipun tawaran yang disampaikan oleh pihak Haji Isam belum terkonfirmasi, nilai yang ditawarkanpun masih dibawah harga pasar saham BYAN saat ini.
Dan, bukan mustahil harga saham BYAN di bursa akan ikut terkerek dalam pekan ini. Spekulasi semakin kencang, adakah ini siasat pasar yang atau adakah agenda lain dibalik rumor yang sedang berkembang saat ini.
Entitas yang dikendalikan pengusaha Indonesia Haji Isam, yang memiliki nama asli Andi Syamsuddin Arsyad, dikabarkan menawarkan sekitar USD3 miliar secara tunai untuk membeli 62 persen saham perusahaan tambang batu bara PT Bayan Resources Tbk (BYAN).
Dilaporkan Bloomberg News , tawaran tersebut pada Rabu 9 September 2026, mengutip sejumlah sumber yang mengetahui persoalan itu. Nilai penawaran itu disebut jauh di bawah nilai pasar Bayan Resources dan ditujukan terutama untuk mengambil kepemilikan saham yang saat ini berada di tangan miliarder Low Tuck Kwong dan putrinya, Elaine.
BYAN merupakan perusahaan tambang batu bara yang berbasis di Jakarta dan tercatat di Bursa Efek Indonesia. Low Tuck Kwong merupakan pemegang saham pengendali perusahaan tersebut.
Jika terealisasi, transaksi senilai sekitar USD3 miliar itu akan menjadi salah satu aksi korporasi terbesar yang melibatkan pengusaha Indonesia di sektor batu bara.
Besarnya nilai transaksi juga menjadi sorotan karena tawaran itu disebut hanya mewakili sebagian dari nilai pasar perusahaan.
Kabar mengenai rencana akuisisi BYAN oleh Haji Isam sebelumnya telah beredar di pasar.
Pada Agustus 2026, muncul laporan bahwa pengendali Bayan sedang bernegosiasi untuk menjual kepemilikan mayoritasnya. Rumor tersebut sempat mendorong pergerakan saham BYAN di Bursa Efek Indonesia.
Namun, Reuters belum dapat memverifikasi laporan Bloomberg mengenai tawaran tunai sekitar USD3 miliar tersebut. Hingga laporan ini disusun, belum terdapat konfirmasi independen mengenai kesepakatan ataupun kepastian bahwa transaksi akan dilanjutkan.
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal