Home / Otoritas / Bank Indonesia / BRICS Desak Reformasi Segera IMF Dan Bank Dunia, Agar Emerging Market Punya Peran Penting

BRICS Desak Reformasi Segera IMF Dan Bank Dunia, Agar Emerging Market Punya Peran Penting

MarketNews.id-BRICS mendesak, segera dilakukan Reformasi atas badan dunia seperti IMF dan Bank Dunia. Tujuannya tidak agar negara berkembang mendapat porsi suara dan representasi yang lebih besar.

BRICS juga menyoroti risiko proteksionisme dan ketegangan geopolitik yang dinilai mengganggu perdagangan serta paling berdampak pada negara berkembang.

Selain itu, negara BRICS sepakat mendorong pembayaran lintas negara termasuk memperluas penggunaan, mata uang lokal dan mengeksplorasi mata uang digital Bank Central.

Para menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara BRICS kembali menyerukan reformasi segera terhadap Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia untuk memberikan peran lebih besar kepada negara-negara berkembang dan emerging market.

Dalam pernyataan bersama pada Jumat, mereka menilai lembaga Bretton Woods yang dibentuk setelah Perang Dunia II perlu lebih mencerminkan perubahan dalam perekonomian global.

BRICS mendorong peningkatan kuota dan hak suara bagi negara berkembang, sekaligus memperbesar keterwakilan negara-negara tersebut dalam kepemimpinan IMF dan Bank Dunia.

“Kami menegaskan kembali kebutuhan mendesak untuk mereformasi lembaga Bretton Woods agar lebih gesit, efektif, kredibel, inklusif, sesuai tujuan, tidak bias, akuntabel, dan representatif,” demikian pernyataan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral BRICS.

Seruan tersebut bukan hal baru. BRICS telah lama mendorong negara berkembang memperoleh pengaruh lebih besar dalam lembaga keuangan global, dengan alasan bobot ekonomi mereka yang semakin meningkat belum tercermin secara proporsional dalam struktur kedua institusi tersebut.

Para pejabat BRICS juga menyoroti meningkatnya proteksionisme. Mereka menyatakan keprihatinan serius terhadap penerapan tarif sepihak serta kebijakan perdagangan dan keuangan lainnya yang dinilai mendistorsi perdagangan, tidak sejalan dengan aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), serta memberikan dampak paling berat bagi negara berkembang.

Selain itu, ketegangan geopolitik, fragmentasi perdagangan, ketidakpastian kebijakan, tekanan utang dan inflasi disebut sebagai sejumlah risiko terhadap prospek ekonomi global.

Di sektor pembayaran, BRICS sepakat melanjutkan eksplorasi untuk membuat transaksi lintas negara antaranggota lebih cepat dan murah, termasuk melalui peningkatan penggunaan mata uang lokal untuk perdagangan dan investasi.

Bloomberg melaporkan pekan ini bahwa India mendorong negara-negara BRICS memperluas penggunaan mata uang digital yang didukung bank sentral untuk pembayaran lintas negara.

Namun, India belum mendukung pembentukan jaringan pembayaran terpadu yang berpotensi dipandang sebagai tantangan terhadap dominasi dolar AS.(Blomberg)

Check Also

SHARP Perkuat Hubungan Dengan Pelanggan Melalui Inovasi, Pengalaman Dan Layanan

MarketNews.id- Selama 56 tahun, Sharp telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia, mengikuti perubahan kebutuhan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *