Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / BEI Wujudkan Inklusi, Konektivitas Global Dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

BEI Wujudkan Inklusi, Konektivitas Global Dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

MarketNews.id- Mengawali rangkaian kegiatan pada pekan ini, Senin 21 September 2026, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berkolaborasi dengan Indonesian Disability Institute (INDISI) menyelenggarakan program pelatihan dan seminar bertema “Pasar Modal untuk Sobat Disabilitas” di Main Hall BEI.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong inklusi keuangan dan kemandirian ekonomi bagi penyandang disabilitas melalui pengenalan pasar modal, pelatihan “Siap Kerja”, serta pemaparan mengenai lingkungan kerja inklusif oleh Blue Bird Group.

Melalui kegiatan ini, BEI terus mendorong perluasan akses terhadap pengetahuan, kesempatan kerja, dan kemandirian ekonomi bagi penyandang disabilitas, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam mewujudkan ekosistem pasar modal yang semakin inklusif dan memberikan manfaat bagi masyarakat secara berkelanjutan.

Di tingkat kawasan, BEI turut memperkuat konektivitas pasar modal Indonesia dengan ASEAN melalui keikutsertaan Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi dalam “The 2026 CGS China-ASEAN Business Leaders Summit: Investing in ASEAN – Sharing Development Opportunities” yang diselenggarakan oleh China Galaxy Securities (CGS) bersama China Investment Promotion Agency (CIPA) di Swissôtel The Stamford, Singapura, pada Senin (21/9) hingga Selasa 22 September 2026.

Dalam forum tersebut, Iding Pardi menjadi salah satu panelis dalam sesi “Empowering Capital Flow Between China and ASEAN” dan menyampaikan pandangan mengenai perkembangan serta pendalaman pasar modal Indonesia, termasuk peran Indonesia dalam memperkuat konektivitas pasar modal ASEAN.

Keikutsertaan BEI dalam forum ini menjadi bagian dari upaya berbagi perspektif mengenai pengembangan pasar modal dan membuka peluang penguatan kerja sama antarpasar di kawasan ASEAN.

Di sisi lain, keterlibatan masyarakat dalam pasar modal terus diperluas melalui kegiatan yang memadukan edukasi, gaya hidup sehat, dan investasi.

Hal tersebut diwujudkan melalui Capital Market Run 2026 yang diawali dengan Konferensi Pers pada Selasa (22/9) oleh Self-Regulatory Organization (SRO) yang terdiri atas PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Capital Market Run 2026 merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam memperingati 49 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia dan akan diselenggarakan pada Minggu (29/11) di Plaza Timur Gelora Bung Karno (GBK). Mengusung tema “Plant Your Investment”, Capital Market Run 2026 menghadirkan dua kategori lari, yaitu 5K dan 10K.

Tidak hanya menjadi ajang olahraga, kegiatan ini juga menghadirkan race village yang diisi dengan berbagai aktivitas, mulai dari booth edukasi pasar modal dan gim interaktif hingga penampilan spesial dari Maliq & D’Essentials.

Melalui kegiatan ini, SRO bersama OJK terus memperluas jangkauan edukasi dan literasi pasar modal kepada masyarakat melalui kegiatan yang menggabungkan semangat investasi, kesehatan, dan kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam ekosistem pasar modal Indonesia.

Memperkuat agenda reformasi pasar modal, pada Rabu (23/9), BEI dengan dukungan OJK menyelenggarakan International Capital Market Summit (ICMS) 2026 di Main Hall BEI.

Mengusung tema “Restoring Global Investor Confidence through Capital Market Reform and International Best Practices”. Forum tersebut mempertemukan regulator, perusahaan tercatat, Anggota Bursa, investor, serta pemangku kepentingan global untuk membahas berbagai agenda penguatan pasar modal, termasuk reformasi, tata kelola, free float, dan integritas pasar.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal M.B.A. dan Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, serta menghadirkan sejumlah pakar hukum dan institusi keuangan global.

Pembahasan dalam forum turut menyoroti agenda demutualisasi Bursa, pengaturan kepemilikan saham, serta penyelarasan regulasi dengan standar internasional sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola dan kepercayaan investor.

Melalui ICMS 2026, BEI bersama OJK dan pemangku kepentingan pasar modal terus mendorong reformasi dan penerapan praktik terbaik internasional guna memperkuat integritas, kredibilitas, serta daya saing pasar modal Indonesia.

Check Also

Pakar Kebencanaan Soroti Dataran Baru Di Dekat Anak Krakatau : Pertarungan Vulkanik Vs Erosi Alam

MarketNews.id- Sebagian publik di media sosial, tengah ramai menyoroti keberadaan daratan baru yang muncul di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *