Bisnis perbankan tahun ini diprediksi masih menjanjikan. Faktanya, hingga semester pertama tahun ini hampir semua bank milik Pemerintah yang tergabung dalam Himbara meraih laba bersih signifikan. Hal senada juga. Dialami oleh Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA) yang optimistik tahun ini akan meraih laba bersih dua kali lipat tahun lalu.
PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA), menegaskan target kinerja tahun 2026 dengan fokus pada pertumbuhan laba dan aset, serta strategi penyaluran kredit yang selektif.
Mengutip dari keterbukaan informasi perseroan, Jumat 3 Juli 2026 manajemen MAYA menargetkan profit after tax (laba bersih) sebesar Rp63,4 miliar, melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp29 miliar.
Sementara itu, total aset ditargetkan tumbuh 9,84 persen sepanjang tahun berjalan. Sementara itu untuk pertumbuhan kredit dipatok sekitar 8 persen dibandingkan tahun lalu.
Untuk mencapai target -target itu, manajemen akan memusatkan strategi pada segmen SME (Small Medium Enterprise) dan Commercial, namun tetap membuka peluang di sektor wholesale apabila terdapat prospek yang menjanjikan.
“Bank perlu selektif dan berhati-hati dalam memberikan kredit, di samping peningkatan cost of fund yang dialami oleh semua perbankan yang menyebabkan penurunan marjin. Oleh karena itu, perlu mencari kredit yang baik, aman, namun mempunyai marjin yang baik,” ujar manajemen dalam dokumen keterbukaan informasi tersebut.
Dengan strategi tersebut, MAYA berkomitmen menjaga kualitas kredit sekaligus mengoptimalkan peluang pertumbuhan di tengah tantangan biaya dana yang meningkat.
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal