MarketNews.id-Pada Senin (15/6), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE) meluncurkan temuan awal Census on Women in Executive Leadership Team (ELT) in IDX200 Companies (2022–2025) di Main Hall BEI, Jakarta.
Acara bertema “From Disclosure to Impact: Advancing Women’s Leadership in IDX200 Companies” ini dihadiri lebih dari 200 pemimpin perusahaan, regulator, dan pembuat kebijakan untuk membahas penguatan kesetaraan gender dalam kepemimpinan korporasi sebagai bagian dari agenda ESG.
Seiring penguatan penerapan standar ESG oleh BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sensus ini diharapkan menjadi masukan bagi pengembangan kebijakan guna meningkatkan penerapan dan keterbukaan informasi terkait kesetaraan gender.
Kemudian pada Rabu (17/6), BEI bersama OJK, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menyelenggarakan dua forum strategis, yaitu “Diskusi Sinergi dalam Menjaga Stabilitas dan Resiliensi Pasar Modal Indonesia” dan “Capital Market Insight: Pengaturan Buyback dan Market Update” untuk membahas reformasi pasar modal, stabilitas pasar, dan pembaruan kebijakan buyback saham.
Dalam forum tersebut, regulator dan SRO menyampaikan progres reformasi transparansi pasar, termasuk peningkatan batas free float menjadi 15%, keterbukaan data kepemilikan saham di atas 1%, serta High Shareholding Concentration (HSC) guna memperkuat kepercayaan investor.
Di tengah ketidakpastian global, BEI menegaskan ketahanan pasar modal Indonesia yang tercermin dari rata-rata nilai transaksi harian sebesar Rp24,7 triliun, jumlah investor yang melampaui 28,3 juta, dan 80% emiten yang membukukan laba positif pada kuartal I-2026.
Melalui forum tersebut, BEI juga mendorong pemanfaatan kebijakan buyback saham sebagai strategi untuk memperkuat nilai jangka panjang pemegang saham.
Pada Kamis (18/6), BEI menjadi tuan rumah forum bertajuk “Strengthening Market Integrity: Towards a New Era of Ownership Transparency in the Capital Market” yang diselenggarakan oleh Koalisi Antikorupsi Indonesia (KAKI), Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD), dan Center for International Private Enterprise (CIPE) di Main Hall BEI.
Penyelenggaraan forum ini merupakan bagian dari upaya memperkuat integritas dan transparansi guna mendukung terciptanya pasar modal Indonesia yang lebih kredibel dan berdaya saing.
Selain itu, forum ini menekankan pentingnya transparansi kepemilikan (ownership transparency) dalam memperkuat integritas pasar modal, meningkatkan kepercayaan investor, serta mendorong penerapan tata kelola perusahaan yang baik.
Selanjutnya pada Jumat (19/6), BEI meresmikan enam Galeri Investasi (GI) BEI baru di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sebagai bagian dari upaya memperluas akses edukasi dan literasi pasar modal kepada masyarakat.
Enam GI yang diresmikan meliputi (1) GI BEI Universitas Anak Bangsa
bersama PT RHB Sekuritas Indonesia. (2) GI BEI SMAN 3 Pangkalpinang bersama PT MNC Sekuritas dan Universitas Pertiba. (3) GI BEI SMKN 2 Pangkalpinang bersama PT MNC Sekuritas dan Universitas Pertiba.
(4) GI BEI SMKN 1 Pangkalan Baru bersama PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) dan STIE IBEK Pangkalpinang. (5) GI BEI SMAN 1 Pangkalpinang bersama PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bangka Belitung. Serta (6) GI BEI SMAN 1 Namang bersama PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) dan Politeknik Belitung.
Kehadiran enam GI baru ini menjadi wujud nyata komitmen BEI dalam mendekatkan pasar modal kepada masyarakat melalui sinergi antara dunia pendidikan, industri pasar modal, dan komunitas lokal.
Sementara itu, sepekan perdagangan saham di BEI, beberapa Data perdagangan saham di BEI selama periode 15—19 Juni 2026 ditutup bervariasi.
Peningkatan tertinggi terjadi pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan sebesar 2,82 persen sehingga ditutup pada level 6,177.139 dari posisi 6.007,656 pada pekan lalu.
Kemudian peningkatan juga dialami oleh kapitalisasi pasar BEI, yaitu sebesar 2,51 persen menjadi Rp10.788 triliun dari Rp10.524 triliun pada pekan sebelumnya.
Sedangkan, rata-rata nilai transaksi harian pekan ini mengalami perubahan, yaitu sebesar 1,02 persen menjadi Rp24,81 triliun dari Rp25,06 triliun pada pekan sebelumnya.
Rata-rata volume transaksi harian BEI pekan ini mengalami perubahan sebesar 5,83 persen menjadi 34,03 miliar lembar saham dari 36,14 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.
Rata-rata frekuensi transaksi harian pekan ini juga mengalami perubahan sebesar 10,33 persen menjadi 2,25 juta kali transaksi dari 2,51 juta kali transaksi pada pekan lalu.
Investor asing diakhir perdagangan pekan ini mencatatkan nilai jual bersih Rp3,19 triliun dan sepanjang tahun 2026, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp68,25 triliun.
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal