MarketNews.id-Sepanjang tahun 2025 lalu, Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) berhasil meriah laba bersih sebesar Rp2,87 Triliun, naik tipis 0,13 persen. Dari laba bersih yang diraih PNBN, sekitar Rp1,01 triliun dikeluarkan sebagai di viden tunai atau setara dengan Rp42 per saham.
Meningkatnya laba bersih yang terjadi tahun lalu, ditopang peningkatan pendapatan berbasis komisi yang alami peningkatan sebesar 3,47 persen jadi Rp2,30 triliun.
Presiden Direktur Panin Bank Herwidayatmo mengatakan, pertumbuhan laba ditopang oleh peningkatan pendapatan berbasis komisi (fee based income) yang naik 3,47% menjadi Rp2,30 triliun, terutama berasal dari keuntungan transaksi surat berharga.
Selain itu, pendapatan bunga bersih (net interest income) juga mencatatkan kenaikan sebesar 0,19% menjadi Rp8,95 triliun sejalan dengan meningkatnya pendapatan bunga.
Di sisi lain, penyaluran kredit mengalami kontraksi 2,78% menjadi Rp145,08 triliun. Meski demikian, perseroan berhasil memperbaiki kualitas aset melalui penerapan manajemen risiko yang ketat serta mendorong pemulihan kredit restrukturisasi menjadi kembali normal.
Bank Panin (PNBN) Cetak Laba Rp2,87 Triliun sepanjang 2025
Upaya tersebut tecermin dari rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross yang turun menjadi 2,82% dari sebelumnya 3,05%. Sementara itu, NPL net berada di level 1,04%.
Pada sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 2,98% menjadi Rp156,92 triliun. Total ekuitas juga meningkat 5,07% menjadi Rp54,98 triliun sehingga rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) menguat menjadi 37,49% dari 34,54% pada tahun sebelumnya.
Sepanjang 2025, Panin Bank juga memperkuat struktur pendanaan jangka panjang melalui penerbitan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap III Tahun 2025 senilai Rp3,20 triliun.
Hingga Mei 2026, total dana yang berhasil dihimpun melalui Penawaran Umum Berkelanjutan IV Tahap I hingga Tahap IV telah mencapai Rp9,92 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi bersama PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk. dan PT Clipan Finance Indonesia Tbk., total aset perseroan pada akhir 2025 tercatat sebesar Rp237,33 triliun, turun dari Rp243,96 triliun pada akhir 2024.
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal