MarketNews.id-Memperoleh pinjaman baru buat melunasi pinjaman lama, merupakan langkah bisnis yang lazim dalam dunia usaha. Pihak pemberi pinjamanpun dengan suka cita memperpanjang masa pinjaman dengan ketentuan tingkat bunga yang telah disepakati.
PT Jababeka Tbk (KIJA) emiten pengembangan kawasan industri, meraih fasilitas pembiayaan baru dari Bank Mandiri dengan tenor 15 tahun dengan tingkat bunga mengambang 7 persen. Refinancing Senior Notes senilai USD185,856,000 dilakukan jauh sebelum jatuh tempo pada Desember 2027 mendatang.
Untuk Refinancing, KIJA Raih Pendanaan Jangka Panjang dari BMRI
Refinancing Senior Notes senilai USD185,856,000 dilakukan jauh sebelum jatuh tempo Desember 2027.
Fasilitas pembiayaan baru tenor 15 tahun dengan bunga 7% memperkuat likuiditas dan fleksibilitas keuangan.
Jababeka komitmen menjaga struktur permodalan, likuiditas yang kuat, serta strategi pendanaan jangka panjang.
Pembiayaan baru ini untuk menyelaraskan struktur pembiayaan dengan mata uang pelaporan Perseroan, sehingga dapat mengurangi volatilitas laba akibat fluktuasi nilai tukar mata uang asing, khususnya Dolar Amerika Serikat (USD).
Dana hasil fasilitas tersebut akan digunakan terutama untuk refinancing Senior Notes Perseroan sebesar USD185.856.000 yang akan jatuh tempo pada Desember 2027, serta tambahan fasilitas term loan sebesar Rp70 miliar untuk mendukung kebutuhan umum korporasi perseroan.
Perseroan menegaskan bahwa transaksi ini merupakan bagian dari strategi pengelolaan kewajiban secara proaktif, sekaligus memperkuat profil keuangan jangka panjang melalui perpanjangan jatuh tempo utang dan peningkatan likuiditas.
Jaminan atas pinjaman tersebut berupa aset perseroan dan entitas anak dengan rasio coverage 120 persen diberikan, namun tidak termasuk transaksi material sesuai POJK No. 17/POJK.04/2020.
“Kami mengapresiasi dukungan dan kepercayaan yang diberikan Bank Mandiri melalui fasilitas pembiayaan jangka panjang ini. Transaksi ini secara signifikan memperpanjang profil jatuh tempo utang Perseroan, memperkuat posisi likuiditas, serta semakin meningkatkan fleksibilitas keuangan Perseroan,” kata Wakil Direktur Utama Jababeka, Budianto Liman dalam keterangannya, Kamis 14 Mei 2026.
Di tengah volatilitas yang meningkat pada pasar utang internasional, ia meyakini bahwa fasilitas pembiayaan ini merupakan solusi pendanaan yang tepat dan prudent bagi Perseroan.
Ke depan, Jababeka berkomitmen menjaga struktur permodalan yang prudent, likuiditas yang kuat, serta strategi pendanaan jangka panjang yang terdiversifikasi.
“Dukungan kuat dari sektor perbankan domestik juga mencerminkan kepercayaan yang berkelanjutan terhadap strategi, kinerja operasional, dan fundamental jangka panjang perseroan,” katanya.
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal