Home / Korporasi / BUMN / Irit APBN, Pemerintah Kaji Alihkan LPG 3 Kg Ke CNG

Irit APBN, Pemerintah Kaji Alihkan LPG 3 Kg Ke CNG

MarketNews.id-Upaya Pemerintah untuk menekan impor LPG guna menghemat Devisa terus dilakukan. Belakangan ini, di saat harga Migas terus meningkat lantaran Perang Amerika Israel- Iran. Pemerintah mengkaji untuk mencari pengganti LPG yang dinilai harganya sudah terlalu tinggi.

Transisi ke CNG diproyeksikan akan menghemat devisa Rp120-150 triliun per tahunnya yang otomatis menekan subsidi energi. Saat ini, fokus utama Pemerintah adalah uji keamanan tabung. Diharapkan dalam dua atau tiga bulan ke depan hasil uji coba akan keluar.

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM ) berencana untuk mengurangi ketergantungan impor LPG (Liquefied Petroleum Gas) dengan mengalihkan konsumsi rumah tangga ke Compressed Natural Gas (CNG).
Program ini difokuskan pada tabung berkapasitas 3 kilogram yang saat ini masih dalam tahap uji coba.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan, langkah ini merupakan bagian dari upaya efisiensi sekaligus penghematan devisa negara. Pasalnya selama ini Indonesia bergantung pada impor LPG untuk memenuhi kebutuhan domestik.

“Bayangkan kita impor per tahun itu 8,6 juta ton untuk konsumsi. Devisa kita setiap tahun hanya untuk membeli LPG saja, sekitar Rp120 sampai Rp150 triliun,” ujarnya di Jakarta, Rabu 6 Mei 2026.

Selain menekan devisa, transisi ke CNG juga diharapkan mampu mengurangi beban APBN atas subsidi energi yang selama ini membengkak hingga ratusan triliun rupiah.

Dengan memanfaatkan sumber daya gas domestik, pemerintah menilai biaya impor dapat ditekan sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Bahlil menambahkan, distribusi CNG lebih efisien karena sumber gas tersebar di berbagai wilayah Indonesia. “Cost transportasinya aja sudah bisa meng-cover. Dan yang kedua, dia itu berada di hampir semua wilayah yang ada sumber-sumber gasnya. Jadi itu jauh lebih efisien,” jelasnya.

Menurutnya, keunggulan utama CNG terletak pada ketersediaan bahan baku dalam negeri. Untuk CNG, itu pemerintah tidak perlu mengeluarkan devisa ke luar negeri karena gasnya dari C1, C2.

“Kalau LPG, devisa keluar ke luar negeri. Karena kita enggak punya bahan baku C3 dan C4,” tegas Bahlil.

Saat ini, fokus utama pemerintah adalah memastikan keamanan teknis dalam penggunaan tabung CNG 3 kg. Mengingat karakteristik CNG yang memiliki tekanan jauh lebih tinggi dibanding LPG, pemerintah tengah melakukan modifikasi khusus pada desain tabung agar memenuhi standar keselamatan konsumen.

Bahlil menegaskan bahwa hasil uji coba tabung CNG 3 kg akan keluar dalam kurun waktu 2-3 bulan mendatang. Setelah itu, pemerintah akan menentukan skema implementasi penuh sebagai bagian dari strategi jangka panjang mengurangi ketergantungan impor LPG.

Check Also

Pertamina Jajaki Penguatan Kerja Sama Dengan EOG Resources,  Dorong Produksi Migas

MarketNews.id- Pertamina menjajaki penguatan kerja sama dengan perusahaan migas asal Amerika EOG Resources sebagai langkah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *