MarketNews.id- Sepanjang pekan ini, spekulasi gejolak global dan upaya memperlemah regulator jadi penekan pasar dan berdampak, pada kembali melemahnya pasar.
Rata rata nilai transaksi harian Di Bursa Efek Indonesia (BEI) anjlok 3,7 persen jadi Rp19, 61 triliun. Sementara volume transaksi naik 4,4 persen jadi 44,88 miliar lembar saham dengan frekuensi transaksi naik 1,1 persen jadi 2,75 juta kali. Sedangkan kapitalisasi perdagangan melorot 6,6 persen jadi Rp 12.736 triliun.
Selama sepekan terakhir perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), rata-rata nilai transaksi harian ( RNTH ) mencapai Rp19,61 triliun atau menyusut 3,7 persen dibandingkan sepekan sebelumnya Rp20,36 triliun per hari.
Berdasarkan data perdagangan di BEI periode 20-24 April 2026, rata-rata volume transaksi harian tercatat meningkat 4,4 persen menjadi 44,88 miliar saham dari 42,98 miliar saham per hari pada pekan sebelumnya.
Sementara itu, rata-rata frekuensi transaksi harian selama sepekan terakhir 2,75 juta kali atau mengalami kenaikan 1,1 persen dibandingkan sepekan sebelumnya sebanyak 2,72 juta kali transaksi per hari.
Pada penutupan perdagangan Jumat pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) terpantau berakhir di level 7.129 atau anjlok 6,7 persen dibandingkan ketika penutupan transaksi akhir pekan sebelumnya, yakni 7.643.
Dengan posisi IHSG yang berada di level 7.129, maka nilai kapitalisasi pasar (market cap) di BEI menjadi Rp12.736 triliun atau melorot 6,6 persen dibandingkan saat penutupan perdagangan akhir pekan sebelumnya mencapai Rp13.635 triliun.
Sepanjang perdagangan Jumat (20/4), investor asing melakukan aksi jual bersih (all market) Rp2 triliun.
Dengan demikian, untuk sepanjang tahun berjalan 2026 sudah terjadi net foreign sell Rp42,81 triliun.
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal