Home / Korporasi / BUMN / Laba Bersih ANTAM Loncat 59,62 Persen Jadi Rp3,4 Triliun Di Kuartal I 2026

Laba Bersih ANTAM Loncat 59,62 Persen Jadi Rp3,4 Triliun Di Kuartal I 2026

MarketNews.id-Peningkatan Laba Bersih PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Sebesar 56,62 persen sepanjang kuartal pertama 2026, ditopang oleh pertumbuhan pendapatan dan laba usaha yang naik hampir dua kali lipat.

Dampaknya, pendapatan naik jadi Rp29,32 triliun, laba kotor jadi Rp5,61 triliun dan laba usaha mencapai Rp4,5 triliun. Sementara total aset perseroan naik jadi Rp63,29 triliun dan ekuitas ke Rp40,40 triliun.

ANTM membukukan kenaikan signifikan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sepanjang Kuartal I 2026 (1Q26) menjadi Rp3,40 triliun, melonjak 59,62 persen dibandingkan Rp2,13 triliun pada Kuartal I 2025.

Mengutip laporan keuangan ANTM per Kuartal I 2026 yang dipublikasikan melalui Keterbukaan Informasi di laman IDX, Selasa 28 April 2026, kinerja positif ini turut mendorong total laba bersih periode berjalan perseroan naik menjadi Rp3,66 triliun pada akhir Maret lalu dari Rp2,32 triliun pada akhir Maret tahun lalu.

Peningkatan laba ditopang oleh pendapatan dari kontrak dengan pelanggan yang tumbuh menjadi Rp29,32 triliun per 1Q26, dari Rp26,15 triliun per 1Q25. Beban pokok penjualan tercatat Rp23,70 triliun, bertambah dari Rp22,51 triliun untuk periode yang sama.

Dengan demikian, laba kotor naik tajam menjadi Rp5,61 triliun dibandingkan Rp3,63 triliun tahun lalu. Laba usaha perseroan pun terkerek hingga Rp4,5 triliun, hampir dua kali lipat dari Rp2,69 triliun pada Kuartal I 2025.

Meski beban keuangan naik menjadi Rp107,76 miliar, ANTM tetap mencatat laba sebelum pajak Rp4,78 triliun, jauh lebih tinggi dibandingkan Rp2,93 triliun tahun sebelumnya.

Dari sisi posisi keuangan, total aset konsolidasian per 31 Maret 2026 mencapai Rp63,29 triliun, naik dari Rp52,53 triliun pada akhir 2025. Aset lancar melonjak menjadi Rp33,20 triliun, terutama didorong kenaikan persediaan yang hampir dua kali lipat.

Liabilitas tercatat Rp22,88 triliun, meningkat dari Rp15,93 triliun, seiring kenaikan pinjaman bank jangka pendek. Ekuitas perseroan juga menguat menjadi Rp40,40 triliun dari Rp36,59 triliun, dengan saldo laba belum ditentukan penggunaannya naik signifikan menjadi Rp21,70 triliun.

Laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk selama 1Q26 meningkat jadi 141,77, dari sebelumnya 88,69 pada 1Q25.

Check Also

Astra Ultra 69 Konsistensi Dan Kebersamaan Dalam Tantangan 69 Kilometer

MarketNews.id-Langit malam sudah sepenuhnya gelap ketika para pelari berkumpul di titik start. Sebagian melakukan pemanasan, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *