Home / Otoritas / Bank Indonesia / Fitch : Defisit RI BisaTembus Tiga Persen, Tanpa Turun Peringkat

Fitch : Defisit RI BisaTembus Tiga Persen, Tanpa Turun Peringkat

MarketNews.id-Fitch Rating  menilai Indonesia masih bisa melampaui defisit tiga persen dari PDB tanpa alami penurunan peringkat, jika hanya bersifat sementara akibat perang Timur Tengah.

Sedangkan prospek kredit Indonesia sudah diturunkan ke negatif, namun risiko fiskal meningkatk akibat subsidi energi dan potensi defisit melebar hingga empat persen.

Namun pengamat mengingatkan, defisit tinggi berkepanjangan dan pelonggaran kebijakan dapat memicu downgrade serta melemahkan rupiah.

Indonesia memiliki ruang untuk melampaui batas defisit fiskal legal sebesar 3 persen dari PDB tanpa memicu penurunan peringkat secara langsung.

Direktur di Fitch Ratings mengatakan, hal itu dimungkinkan, hanya selama defisit tersebut merupakan respons sementara terhadap gangguan ekonomi yang disebabkan oleh perang di Timur Tengah.

Sebelumnya, Fitch Ratings bulan lalu menurunkan prospek peringkat kredit Indonesia menjadi negatif dari stabil, dengan alasan meningkatnya ketidakpastian dan melemahnya kredibilitas kebijakan.

Penurunan tersebut belum memperhitungkan dampak perang Iran, yang semakin memperumit risiko fiskal. Komitmen pemerintah untuk tidak menaikkan harga bahan bakar bersubsidi sudah menyebabkan biaya subsidi membengkak.

“Jika mereka berkomunikasi dengan pasar secara sangat jelas dengan jalur konsolidasi fiskal yang sangat berkomitmen ke depan, saya tidak berpikir itu akan memicu penurunan peringkat dalam waktu dekat,” kata George Xu, direktur peringkat negara di Fitch, seperti dikutip Reuters, Jumat (24/4).

Reuters menyebutkan, para pembuat kebijakan telah membahas potensi defisit yang lebih lebar akibat perang, termasuk kemungkinan mencapai 4% dari PDB.

Skenario dasar untuk defisit fiskal 2026 berada di 2,9%, di bawah batas 3% yang ditetapkan, namun lebih lebar dibanding perkiraan sebelumnya sebesar 2,7%.

Sejumlah pejabat telah menegaskan tidak akan melampaui 3% di tengah kekhawatiran reaksi negatif dari investor. Namun menurut Xu, bagi Fitch, pelonggaran batas selama satu tahun secara hipotetis tidak akan langsung memicu penurunan peringkat.

Akan tetapi, Xu mengingatkan, jika otoritas menjalankan defisit yang lebih tinggi secara berkelanjutan dalam jangka panjang, hal ini dapat menyebabkan penurunan fundamental kredit dan memicu penurunan peringkat.

“Jika pemerintah pada dasarnya menggunakan (perang) sebagai peluang untuk menjalankan defisit yang jauh lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama, kami akan menilai kembali trajektori rasio utang … dan itu akan mengarah pada aksi peringkat negatif,” katanya kepada Reuters.

Mengenai penurunan prospek Fitch sebelumnya, Xu mengatakan bahwa penilaian tersebut didasarkan pada reformasi struktural yang terbatas dalam pipeline, dan adanya risiko pemerintah melonggarkan kebijakan fiskal dan moneter secara signifikan untuk mencapai target pertumbuhan ambisius 8% Presiden Prabowo Subianto.

Fitch juga akan memantau cara-cara pemerintah yang berpotensi menghindari batas defisit, termasuk penggunaan dana lembaga pengelola kekayaan negara, Danantara, untuk melakukan belanja publik.

Di sisi moneter, Xu mengatakan perluasan mandat bank sentral untuk mendukung pertumbuhan ekonomi juga menjadi perhatian dan dapat mengalihkan fokus dari tugas menstabilkan rupiah.

Seperti diketahui, Rupiah telah mencapai rekor terendah 17.320 per dolar pada Kamis kemarin.

Ia menilai, rancangan undang-undang yang saat ini sedang dipertimbangkan parlemen, yang memperluas mandat Bank Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi riil dan penciptaan lapangan kerja, berisiko berdampak lebih buruk.

“Itu justru memperumit mandat kebijakan mereka dan meningkatkan risiko kesalahan kebijakan,” kata Xu.”

Check Also

Sektor Hilirisasi Makin Bergairah, Investasi Asing Kembali Dominan

MarketNews.id- Keinginan Presiden Prabowo Subianto untuk mengolah Sumber Daya Alam (SDA) di dalam negeri dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *