Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Review MSCI Jadi Dalih Asing Jual Saham Dan Keluar Indonesia

Review MSCI Jadi Dalih Asing Jual Saham Dan Keluar Indonesia

MarketNews.id-Sebegitu berpengaruhnya lembaga indeksasi MSCI sudah buat panik investor asing di pasar modal Indonesia belakangan ini.

Sebegitu besarnya, pengaruh indeksasi MSCI, membuat manajemen BEI ikut bertandang ke kantor pusat MSCI di AS untuk memberikan penjelasan konfrehensif soal free float di bursa Indonesia

Arus keluar masif  terlihat pertama sejak Oktober lalu. Kini, keputusan tersebut berlanjut dimana investor asing mengambil sikap hati hati menjelang perubahan metodologi indeksasi MSCI Inc.

MSCI berpotensi memperketat definisi free float , yang dikhawatirkan dapat memicu penarikan reksadana pasif hingga USD2,3 miliar pada bulan-bulan mendatang.

Laman Bloomberg melaporkan, Senin 26 Januari 2026, investor luar negeri melepas saham domestik senilai USD192 juta pada pekan lalu, menandai arus keluar pertama dalam 16 pekan.

Menurut data yang dihimpun Bloomberg, penarikan dana ini terjadi setelah mencetak rekor pada 20 Januari.

“Penjualan oleh investor asing pekan lalu merupakan kombinasi dari pengurangan posisi menjelang pengumuman MSCI terkait  free float  serta aksi ambil untung,” ujar Nirgunan Tiruchelvam, analis di Aletheia Capital.

“Bahkan sebagian dana domestik juga ikut keluar,” imbuhnya seperti dikutip Bloomberg.

Dalam catatannya, Jumat lalu, para analis Goldman Sachs Group Inc, termasuk Alvin So menulis bahwa penghitungan ulang  free float  Indonesia oleh MSCI berpotensi mendorong reksadana pasif untuk ditarik sekitar USD2,3 miliar dari pasar saham dalam beberapa bulan ke depan.

MSCI akan memutuskan pada akhir Januari apakah akan memperketat definisi  free float –  yakni saham yang tersedia untuk diperdagangkan dan menjadi faktor utama dalam penentuan bobot saham.

Jika MSCI menemukan bahwa perusahaan-perusahaan Indonesia, yang saat ini sudah memiliki rata-rata  free float  terkecil di Asia, memiliki saham yang tersedia untuk diperdagangkan lebih sedikit dari yang dilaporkan, investor pasif akan dipaksa mengurangi kepemilikan. Setiap perubahan akan berlaku pada tinjauan Mei mendatang.

“Tinjauan  free float  MSCI yang akan datang menambah lapisan kehati-hatian,” kata Ernest Chew, kepala saham ASEAN di BNP Paribas Asset Management.

“Arus keluar belakangan ini lebih bersifat pengurangan risiko secara taktis dan penyesuaian posisi, bukan perubahan fundamental,” ujarnya.

Check Also

Bank BNI Catatkan Pertumbuhan kredit Sebesar 15,9 Persen Dengan Laba Bersih Rp 20 Triliun Di 2025

MarketNews.id-Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), catat kinerja positif sepanjang 2025 lalu. Kredit tumbuh hingga 15,9 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *