MarketNews.id-Sepanjang tahun 2026 ini, lembaga penunjang pasar modal Indonesia seperti Bursa Efek Indonesia (BEI), Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), Indonesia Infrastructure Finance (IIF) dan BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) memastikan dukungannya terhadap perbaikan iklim investasi di dalam negeri.
Lembaga ini pun sepakat mendorong pasar surat utang di Indonesia akan lebih aman dan menarik investor asing maupun lokal investasi di Indonesia.
Optimisme terhadap penerbitan surat utang korporasi di Indonesia pada 2026 semakin menguat. PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) memproyeksikan nilai penerbitan berada di kisaran Rp154 triliun hingga Rp196,9 triliun, dengan titik tengah sekitar Rp175,8 triliun.
Faktor pendorong utama adalah kebutuhan refinancing utang jatuh tempo, optimalisasi struktur pendanaan, serta kondisi suku bunga yang lebih kondusif.
Bursa Efek Indonesia (BEI), PEFINDO, Indonesia Infrastructure Finance (IIF), dan BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) memastikan dukungannya terhadap perbaikan iklim investasi di dalam negeri. Salah satu dukungannya melalui pelaksanaan seminar bertajuk “Optimalisasi Penerbitan Surat Utang dengan Credit Enhancement” beberapa waktu lalu.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menambahkan program sosialisasi dan konsultasi ditujukan untuk mendorong penerbitan segala jenis efek tidak terkecuali Efek Bersifat Utang dan Sukuk yang dapat dilakukan dengan skema credit enhancement.
Sementara itu, Direktur Utama PEFINDO Irmawati menekankan peran credit enhancement dalam pemeringkatan. “Surat utang yang diterbitkan oleh suatu korporasi bisa mendapat rating yang sama dengan IIF, apabila mendapat garansi penuh melalui credit enhancement dari IIF,” kata Irawati dalam keterangan resminya, Jumat 24 Januari 2026.
Plt. Direktur Utama BRIDS, Fifi Virgantria, turut menyampaikan optimismenya. Dukungan credit enhancement dari IIF memberikan nilai tambah yang signifikan dalam proses penerbitan surat utang korporasi.
“Dengan struktur penjaminan yang kuat dan peringkat kredit yang lebih baik, penerbitan obligasi menjadi lebih kredibel di mata investor, sekaligus memungkinkan penetapan biaya pendanaan yang lebih efisien,” katanya.
Dengan sinergi ini, BEI, PEFINDO, IIF, dan BRIDS berkomitmen memperkuat pasar surat utang sebagai sumber pendanaan utama, sekaligus mendukung pendalaman pasar modal Indonesia.
M Rizki A
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal