MarketNews.id-Sebagai bentuk kepedulian terhadap bencana yang melanda sebagian pulau Sumatera bulan November lalu, PT Eastspring Investments Indonesia mengajak masyarakat luas khusus pelaku bisnis, untuk berbagi kasih buat saudara sebangsa dan setanah air yang terkena bencana di Sumbar, Sumut dan Aceh.
Guna mengoptimalkan penyaluran dana bantuan, Eastspring Indonesia menggandeng World Wide Fund for Nature (WWF Indonesia). Langkah ini dilakukan Eastspring sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dengan melakukan program Eastspring Peduli Sumatera.
Menurut Sulystari, CEO Eastspring Indonesia, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance).
Sulystary mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam program kemanusiaan ini dengan berinvestasi pada reksa dana Dana Eastspring Indonesia antara bulan Februari hingga Maret 2026.
“Dari dana yang diterima dalam investasi reksa dana, kami akan mendistribusikan sebagian dari pendapatan perusahaan untuk didonasikan kepada WWF Indonesia, yang akan digunakan untuk mendukung upaya pemulihan pascabencana banjir besar yang telah terjadi di beberapa daerah di Sumatra.
Termasuk revitalisasi jembatan dan pembersihan lokasi sekolah, serta pemulihan ekosistem dan bantuan kepada komunitas yang terdampak,” ungkap Sulystari.
Direktur Partnership WWF- Indonesia, Rusyda Deli mengatakan, sejak awal terjadinya bencana, WWF Indonesia telah memberikan respon yang cepat untuk mendukung dan meringankan beban masyarakat yang terdampak di Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Bireun.
“Hingga saat ini, kami telah menyalurkan sekitar 150 ton bantuan logistik yang telah disalurkan ke sekitar 50 desa, yang meliputi kebutuhan dasar, penerangan, dan dukungan komunikasi.” paparnya.
Sementara itu Sulystari berharap dalam kurun waktu dua bulan ke depan, investor ikut serta mendukung program peduli bencana yang diinisiasi oleh Eastspring Indonesia.
Ia mengungkap produk reksa dana perseroan saat ini telah dipasarkan melalui sejumlah bank mitra yang memiliki jaringan cabang di luar Pulau Jawa, termasuk di Aceh, Medan, Palembang, dan kota-kota besar lain terkhusus di Sumatra.
Bank mitra tersebut antara lain BCA, Standard Chartered, DBS, Bank Permata, hingga Maybank. Selain jalur perbankan, distribusi produk juga diperkuat melalui sebaran di platform fintech online.
Seiring perluasan komersial tersebut, Eastspring menargetkan pertumbuhan jumlah nasabah tetap berada pada kisaran dua digit setiap tahunnya di kancah regional seperti pulau Sumatra.
Secara nasional, Eastspring memproyeksikan pertumbuhan jumlah nasabah nasional pada 2026 berada di kisaran 3–5 persen, seiring strategi selektif bertumpu pada fokus kualitas dana kelolaan atau AUM.
Menengok sisi aset kelolaan, tertakar sepanjang 2025, Eastspring telah membukukan dana kelolaan yang meningkat 22,3 persen menjadi Rp72,7 triliun, dengan jumlah investor tumbuh 9 persen.
Sulsystari tetap mematok target pertumbuhan dana kelolaan hingga dua digit, sekitar 10 persen, meski mengakui capaian AUM sangat dipengaruhi oleh kondisi pasar, tidak hanya dari sisi subscription tetapi juga pergerakan harga aset investasi.
Untuk menopang target tersebut, Sulystari tetap mengandalkan dua produk utama, “Di 2026, kami tetap fokus pada dua tipe produk, yaitu fixed income dan yang kedua mixed asset. Multi aset kami juga ada yang di dalam maupun luar negeri, pungkas Sulystari.
M Rizki A
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal