MarketNews.id-PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), Sepanjang tahun 2025 mampu meningkatkan kinerja keuangan di tengah situasi ekonomi yang menantang.
BBCA berhasil raih laba bersih Rp57,5 Triliun, tumbuh 4,9 persen yang ditopang pendapatan operasional yang meningkat, efisiensi biaya dan kualitas aset yang terjaga.
Sementara pendapatan operasional naik 5,4 persen yang didorong oleh pendapatan non bunga 16 persen serta terjadinya perbaikan rasio cost to income.
Kinerja positif tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan operasional yang berkelanjutan, efisiensi biaya, serta kualitas aset yang tetap terjaga di tengah dinamika perekonomian nasional.
Dalam siaran pers yang disampaikan di Jakarta, 27 Januari 2026, BCA mencatat pendapatan operasional meningkat 5,4% YoY. Kenaikan ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 4,1% YoY serta lonjakan pendapatan selain bunga yang mencapai 16% YoY.
Perbaikan rasio cost to income (CIR) turut memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan laba perseroan.
Dari sisi intermediasi, total kredit BBCA tumbuh 7,7% YoY menjadi Rp993 triliun per Desember 2025, dengan rata-rata pertumbuhan kredit mencapai 10,8% sepanjang tahun.
Penyaluran kredit tersebar ke berbagai sektor, termasuk manufaktur, perdagangan, restoran, hotel, dan rumah tangga.
Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) meningkat 10,2% YoY menjadi Rp1.249 triliun, dengan dana giro dan tabungan (CASA) tumbuh 13,1% YoY hingga Rp1.045 triliun.
Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Hendra Lembong menyatakan, capaian tersebut mencerminkan kepercayaan nasabah serta dukungan pemerintah dan otoritas yang memungkinkan BBCA menjaga kinerja positif sepanjang 2025.
Ia menegaskan perseroan akan terus berkomitmen menghadirkan produk dan layanan yang relevan, sekaligus mendukung pertumbuhan perekonomian nasional secara berkelanjutan.
M Rizki A
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal