Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Aksi Senyap Investor Besar Borong Saham BACA, GMFI Dan SUPA. Asing Lepas BUMI

Aksi Senyap Investor Besar Borong Saham BACA, GMFI Dan SUPA. Asing Lepas BUMI

MarketNews.id-Di penghujung akhir tahun 2025, Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Indeks saham meningkat 0,03 persen ke level 8.646.

Peningkatan ini disebabkan adanya pembelian dalam jumlah signifikan terhadap saham BACA, GMFI dan SUPA oleh pemegang saham utama.

Sedangkan investor asing mengurangi kepemilikannya di BUMI dan sejumlah emiten lainnya. Sementara aksi pemilik saham lebih dari 5 persen biasanya mencerminkan reposisi portofolio akhir tahun.

Aktivitas transaksi pemilik saham 5 persen atau lebih pada 29 Desember 2025 menunjukkan pergerakan signifikan di sejumlah emiten Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia ( KSEI ) yang dirilis pada 30 Desember 2025, aksi beli dan jual dilakukan oleh pemegang saham besar sebagai bagian dari strategi penyesuaian portofolio menjelang akhir tahun.

Aksi akumulasi paling menonjol tercatat pada saham PT Bank Capital Indonesia Tbk (BACA). Bank Julius Baer & Co. Ltd memborong sebanyak 2,80 miliar lembar saham, sehingga porsi kepemilikannya melonjak dari 10 persen menjadi 24,03 persen.
Transaksi ini menjadi salah satu pembelian terbesar dalam periode tersebut.

Pembelian berskala jumbo juga terjadi di PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI). Angkasa Pura Indonesia mencatatkan pembelian sebanyak 82,10 miliar lembar saham, yang membuat kepemilikannya meningkat drastis dari 0 persen menjadi 68,61 persen, sekaligus mempertegas status sebagai pemegang saham pengendali.

Di sisi lain, saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mencatat aksi beli oleh perseroan sendiri sebanyak 77,98 juta lembar saham, sehingga kepemilikan meningkat dari 9,72 persen menjadi 9,80 persen.

Langkah ini mengindikasikan keyakinan manajemen terhadap prospek bisnis jangka panjang perusahaan teknologi tersebut.

Sementara itu, dari sektor pertambangan, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatat aksi jual oleh HSBC -Fund SVS A/C Chengdong Investment Corp-Self sebanyak 524 juta lembar saham. Transaksi tersebut menurunkan porsi kepemilikan dari 6 persen menjadi 5,86 persen, mencerminkan pengurangan eksposur investor asing di saham batu bara tersebut.

Aksi beli juga terlihat pada saham PT Surya Pertiwi Tbk (SUPA).
Elang Media Visitama menambah kepemilikan sebanyak 100 juta lembar saham, sehingga porsinya naik dari 27,22 persen menjadi 27,51 persen.

Adapun di saham PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), Henan Putihrai Asset Management tercatat membeli 784,10 ribu lembar saham, dengan kepemilikan naik tipis dari 9,48 persen menjadi 9,49 persen.

Selain itu, KSEI juga mencatat sejumlah aksi jual oleh pemegang saham besar di emiten lain seperti DEWA, IMPC, KRYA, MEDS, serta restrukturisasi kepemilikan signifikan di LPGI, di mana kepemilikan berpindah dari Hanwha Life Insurance Indonesia ke Hanwha General Insurance Co., Ltd.

Check Also

OJK Akan Atur Transparansi UBO Emiten Untuk Pertegas Integritas Pasar Modal

MarketNews.id-Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sedang menyiapkan aturan tentang transparansi atas keberadaan pemilik manfaat akhir atau …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *