MarketNews.id-Jelang tutup buku tahunan, perusahaan investasi atau investor besar, biasanya lakukan window dressing. Seperti yang dilakukan oleh UBS AG London, dengan menjual 627,35 juta lembar saham BUMI diharga Rp366 per lembar.
Kini, kepemilikan UBS AG London turun dari 6,06 persen menjadi 5,89 persen per 15 Desember 2025. Dengan kepemilikan sebesar 5,89 persen, UBS AG masih termasuk pemegang saham pengendali BUMI.
Salah satu pemegang saham institusi PT Bumi Resources Tbk (BUMI), UBS AG London melaporkan telah menjual 627,35 juta lembar saham Perseroan dan meraup dana segar Rp229,61 miliar.
Berdasarkan laporan keterbukaan informasi kepemilikan saham melalui laman resmi IDX yang dirilis pada Senin 22 Desember 2025, UBS AG London melakukan transaksi penjualan sebanyak 627.351.600 lembar saham. Transaksi tersebut dieksekusi pada tanggal 15 Desember 2025 dengan harga pelaksanaan Rp366 per saham.
Melalui aksi divestasi ini, UBS AG London diperkirakan meraup dana segar mencapai Rp229,61 miliar.
Manajemen dalam laporannya menyebutkan bahwa tujuan dari transaksi ini adalah untuk kegiatan lindung nilai (hedging) derivatif bagi kepentingan klien mereka.
Akibat dari transaksi tersebut, jumlah kepemilikan saham UBS AG London di BUMI menyusut dari sebelumnya 22.515.150.811 lembar saham atau setara 6,06%, menjadi 21.887.799.211 lembar saham. Dengan demikian, porsi hak suara (kepemilikan) institusi asal Inggris ini kini berada di level 5,89%.
Meskipun terjadi pengurangan porsi saham, dalam keterangan pengendalian, pihak pelapor menyatakan bahwa mereka masih berstatus sebagai pengendali dan akan tetap mempertahankan pengendalian tersebut.
Laporan ini juga mencakup rincian anggota kelompok yang terorganisasi, yang terdiri dari UBS AG Hong Kong Branch, UBS AG Singapore Branch, UBS AG London, dan UBS Switzerland AG.
M Rizki A
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal