MarketNews.id-PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), dalam sembilan bulan pertama tahun ini catatkan kinerja positif. Laba bersih WIFI hingga kuartal III 2025 mencapai Rp260 Miliar Naik 71 persen dibanding tahun lalu.
Sementara aset, ekuitas dan kas meningkat tajam berkat arus kas pendanaan sebesar Rp 9,43 Triliun utamanya dari hasil private placement, obligasi dan sukuk.
Berdasarkan laporan keuangan WIFI untuk periode berakhir 30 September 2025 yang publikasikan BEI di Jakarta, Jumat 12 Desember 2025, emiten di bawah kendali PT Investasi Sukses Bersama ini mencatatkan pendapatan Rp1,01 triliun atau melambung 100,99 persen dibandingkan 9M24 yang sebesar Rp504,95 miliar.
Di tengah lonjakan pendapatan tersebut, WIFI hanya mencatatkan kenaikan beban pokok pendapatan di 9M25 sebesar 64,89 persen (year-on-year) menjadi Rp325,42 miliar.
Dengan demikian, laba bruto di periode Januari-September 2025 menjadi Rp689,49 miliar atau melesat 124,16 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 sebesar Rp307,59 miliar.
Selama tiga kuartal pertama di 2025, laba periode berjalan WIFI tercatat Rp330,19 miliar atau meningkat dibandingkan periode yang sama di 2024 sebesar Rp158,64 miliar.
Adapun besaran laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk di 9M25 senilai Rp260,09 miliar atau melonjak 71,03 persen (y-o-y).
Per 30 September 2025, jumlah ekuitas WIFI tercatat Rp8,19 triliun atau melambung dibandingkan per 31 Desember 2024 yang sebesar Rp494,15 miliar.
Hingga akhir Kuartal III-2025, total liabilitas mencapai Rp4,35 triliun atau membengkak 124,23 persen (year-to-date).
Akibat kenaikan ekuitas dan liabilitas tersebut, maka total aset menjadi Rp12,54 triliun atau meroket 330,93 persen (y-t-d), dengan jumlah kas dan setara kas Rp5,73 triliun atau melesat dibandingkan per 31 Desember 2024 yang senilai Rp18,49 miliar.
Jika mengacu pada cash flow WIFI di periode Januari-September 2025, lompatan kas tersebut dipengaruhi oleh adanya arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan sebesar Rp9,43 triliun, khususnya dari penerimaan dana hasil private placement, obligasi dan sukuk.
M Rizki. A
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal