MarketNews.id-PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) Awal tahun 2026 di bulan Februari atau Maret Bakal gelar Right issue senilai Rp3 Triliun dimana dana tersebut akan digunakan buat memperkuat modal, mendukung ekspansi short movie, AI commerce, digital-twin dan potensi akuisisi strategis.
Selama sembilan bulan pertama tahun ini, PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) membukukan laba bersih 23,4 miliar atau meroket 1.185,71 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 senilai Rp1,82 miliar.
Mengacu pada laporan keuangan IRSX untuk periode berakhir 30 September 2025 yang dipublikasi BEI, Senin 8 Desember 2025, emiten di bawah kendali PT Matra Tri Abadi ini mencatatkan pendapatan Rp207,3 miliar atau melorot 71,33 persen dibandingkan 9M24 yang sebesar Rp723 miliar.
Namun demikian, IRSX berhasil menekan beban pokok pendapatan hingga 77,1 persen (year-on-year) menjadi Rp164,28 miliar, sehingga laba bruto di 9M25 menjadi Rp43,02 miliar atau melambung 685,04 persen (y-o-y).
Pada periode Januari-September 2025, laba usaha IRSX mencapai Rp32,49 miliar atau melesat 1.656,22 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2024 senilai Rp1,85 miliar.
Adapun laba bersih di kuartal III 2025 mencapai Rp23,4 miliar atau meroket 1.185,71 persen (y-o-y).
Berdasarkan hasil riset PT Indo Premier Sekuritas (IndoPremier), yang dilakukan oleh analis Aurelia Barus dan Belva Monica, IRSX menargetkan lompatan kinerja yang agresif, termasuk laba bersih yang diproyeksikan melampaui Rp1 triliun pada Tahun Buku 2027.
Target perusahaan multi-channel network (MCN) berbasis TikTok ini, juga didukung oleh fondasi bisnis yang tengah berkembang pesat, mulai dari social-commerce GMV sekitar Rp3 triliun pada 2024, monetisasi kreator yang stabil hingga potensi besar dari segmen live gifting yang nilainya terus meningkat.
Tim Riset IndoPremier menyampaikan, saat ini IRSX sedang mempersiapkan rencana rights issue sebesar Rp3 triliun yang akan digelar pada Februari-Maret 2026, seiring dengan upaya perseroan dalam mempercepat ekspansi bisnis short movie, AI commerce dan pengembangan teknologi digital-twin.
Tim riset menilai, rencana penambahan modal melalui skema rights issue tersebut akan menjadi katalis utama bagi pertumbuhan kinerja IRSX dalam dua tahun ke depan.
Perseroan akan menggunakan dana hasil penerbitan saham baru tersebut untuk memperkuat struktur permodalan, serta membuka jalan untuk mengeksekusi peluang akuisisi strategis.
Per 30 September 2025, total ekuitas IRSX mencapai Rp307,84 miliar atau melonjak 88,19 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 yang senilai Rp163,58 miliar.
Hingga akhir September 2025, jumlah liabilitas Rp30,35 miliar atau membengkak 694,5 persen (year-to-date), namun tingkat debt to equity ratio (DER) masih 0,1 kali.
Akibat peningkatan ekuitas maupun liabilitas tersebut, maka total aset IRSX menjadi Rp338,19 miliar atau meningkat 102,02 persen (y-t-d), dengan jumlah kas dan setara kas Rp113,27 miliar atau melambung 4.064,34 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 yang senilai Rp2,72 miliar.
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal