Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / SRTG Alami Rugi Bersih Rp2,43 Triliun Di Kuartal III 2025

SRTG Alami Rugi Bersih Rp2,43 Triliun Di Kuartal III 2025

MarketNews.id-Dalam sembilan bulan pertama 2025, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) alami kerugian investasi saham dan efek lainnya sebesar Rp4,31 Triliun.

Dampak dari kerugian Investasi, SRTG alami kerugian hingga Rp2,43 Triliun di kuartal III 2025. Padahal, tahun lalu SRTG masih raih laba bersih sebesar Rp5,2 Triliun. Pendapatan dividen dan bunga ikut turun Rp1,4 Triliun, sedangkan beban bunga Naik 24,17 persen jadi Rp132,91 Miliar.

Berdasarkan laporan keuangan SRTG untuk periode berakhir 30 September 2025 yang dikutip Rabu, 5 November 2025, emiten milik pengusaha Edwin Soeryadaya ini menderita kerugian (neto) atas investasi saham dan Efek lainnya sebesar Rp4,31 triliun, memburuk dibandingkan 9M24 yang bisa meraup keuntungan Rp5,02 triliun.

Kinerja keuangan SRTG di periode Januari-September 2025 semakin tertekan oleh penurunan penghasilan dividen dan bunga sebesar 15,66 persen (y-o-y) menjadi Rp1,4 triliun. Di sisi lain, beban Bungan di 9M25 justru membengkak 24,17 persen y-o-y) menjadi Rp132,91 miliar.

Pada tiga kuartal pertama di 2025, SRTG mengalami rugi sebelum pajak penghasilan Rp3,21 triliun atau berbanding terbalik dengan periode Januari-September 2024 yang bisa meraup laba sebelum pajak penghasilan Rp6,37 triliun.

Dengan adanya manfaat pajak penghasilan (neto) per Kuartal III-2025 yang sebesar Rp778,73 miliar, maka rugi periode berjalan yang dicatatkan Sartoga menjadi Rp2,43 triliun atau berbanding terbalik dengan kondisi di 9M24 yang meraih laba periode berjalan Rp5,22 triliun.

Sementara itu, besaran rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan di periode Januari 2025 juga tercatat sebesar Rp2,43 triliun. Seperti diketahui, selama sembilan bulan pertama di 2024 perseroan mampu meraih laba bersih Rp5,22 triliun.

Per 30 September 2025, ekuitas SRTG terpantau melorot 5,04 persen (year-to-date) menjadi Rp49,16 triliun, dengan jumlah saldo laba tersisa Rp43,45 triliun atau merosot 5,71 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 sebesar Rp46,08 triliun.

Hingga akhir Kuartal III-2025, liabilitas SRTG sebesar Rp3,68 triliun atau menurun 39,37 persen (y-t-d), yang didominasi liabilitas pajak tangguhan (neto) Rp2,02 triliun dan pinjaman mencapai Rp1,4 triliun.

Sampai akhir September 2024, total aset SRTG sebesar Rp52,84 triliun atau menurun 8,64 persen (y-t-d), dengan jumlah kas dan setara kas tersisa Rp904,79 miliar atau anjlok 41 persen dibandingkan posisi per akhir Desember 2024 yang mencapai Rp1,53 triliun.

M Rizki A

Check Also

Komitmen Pemerintah Lakukan Reformasi Pasar Modal, Berpotensi Indeks  Naik Ke Level 8.210

MarketNews.id-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)’ melanjutkan penguatan pada perdagangan siang ini dan berhasil bergerak di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *