MarketNews.id-Sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, kinerja keuangan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) alami penurunan signifikan akibat turunnya pendapatan hingga 49,62 persen diakhir September 2025.
Penurunan laba ini, sejalan dengan turunnya pendapatan usaha dan laba usaha emiten pengembang kawasan terpadu ini.
Pendapatan BSDE menurun hampir 20 persen dari Rp10,06 Triliun menjadi Rp8,76 Triliun. BSDE berhasil menekan beban pokok penjualan dari Rp3,47 Triliun jadi Rp3,21 Triliun.
Kinerja keuangan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), mengalami penurunan di tengah tekanan pasar properti sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang tidak diaudit, di laman resmi IDX, Kamis 30 Oktober 2025, BSDE membukukan laba periode berjalan yang dapat dibagikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,36 triliun hingga 30 September 2025.
Capaian tersebut melemah 49,62% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan Januari – September 2024 sebesar Rp2,70 triliun.
Penurunan laba ini sejalan dengan turunnya pendapatan usaha dan laba usaha perseroan. Pendapatan usaha BSDE tercatat Rp8,76 triliun per September 2025, lebih rendah dibandingkan Rp10,06 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Meski demikian, manajemen berhasil menekan beban pokok penjualan dari Rp3,47 triliun menjadi Rp 3,21 triliun, sehingga laba bruto masih bertahan di angka Rp5,54 triliun pada 9M25, meski merosot dari Rp6,59 triliun pada 9M24.
Dari sisi profitabilitas operasional, laba usaha BSDE tercatat sebesar Rp2,13 triliun pada sembilan bulan pertama 2025, turun dari Rp3,58 triliun pada sembilan bulan pertama 2024.
Per 30 September 2025, total aset BSDE meningkat menjadi Rp77,40 triliun, naik tipis dari posisi akhir 2024 sebesar Rp76,02 triliun.
Sementara itu, total liabilitas turun menjadi Rp26,07 triliun pada akhir September kemarin, dari Rp28,70 triliun pada akhir tahun lalu.
Adapun ekuitas perseroan tercatat Rp51,32 triliun, membengkak dibandingkan Rp47,31 triliun pada 31 Desember 2024.
M Rizki A
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal