Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Pasar Modal Indonesia Mampu Topang Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Pasar Modal Indonesia Mampu Topang Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

MarketNews.id-Pasar Modal dipandang dapat menopang target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada tahun 2029 seperti yang dicanangkan pemerintahan Prabowo- Gibran.

Direktur Utama BEI, Iman Rachman menyatakan, pasar modal dapat berperan aktif dalam pencapaian pertumbuhan ekonomi dengan target 8 persen pada tahun 2029.

Adapun sumbangsih pasar modal berasal dari penggalangan dana, daya ungkit valuasi dalam mendapatkan pendanaan hingga kontribusi pajak serta dividen.

Ia menjelaskan, dari kebutuhan investasi tambahan selama 5 tahun kedepan sebesar Rp14.000 triliun. Dari nilai jumbo itu pasar modal akan berkontribusi dengan porsi 61 persen melalui aktivitas penggalangan dana.

“Kontribusi langsung melalui penggalangan dana di pasar modal dapat mencapai Rp1.500 triliun selama 5 tahun mendatang. Nilai itu disumbang light house IPO, penawaran umum BUMN dan efisiensi proses right issue,” papar dia dalam sambutan penutupan perdagangan akhir tahun 2024 dikutip Selasa 31 Desember 2024.

Iman melanjutkan, pasar modal juga akan memberi kontribusi secara tidak langsung melalui peningkatan valuasi perusahaan tercatat yang memberikan daya ungkit mendapatkan pendanaan dalam bentuk utang sebesar Rp6.800 triliun.

Selain itu kata dia, infratsruktur pasar modal yang efisiensi juga memberikan dampak berganda terhadap ekonomi nasional. Misalnya, ekspansi perusahaan tercatat akan mendongkrak penyerapan tenaga kerja dan peningkatan daya beli yang akhirnya berkontribusi kepada komponen konsumsi rumah tangga dari Produc Domestic Bruto.

Kontribusi lainnya, kata dia, setoran pajak dari perusahaan tercatat mencapai Rp185 triliun dan pembagian dividen sebesar Rp367 triliun pada tahun 2023.

“Ini menjadi bukti nyata dampak positif pasar modal pada perekonomian nasional,” ujar Iman.

Namun dia mengingatkan, potensi pasar modal dalam menopang target pertumbuhan ekonomi 8 persen hanya dapat terwujud jika seluruh pemangku kepentingan saling bersingeri.

“Pemerintah, regulator, investor, emiten harus bersinergi untuk memajukan pasar modal yang lebih inklusif, tranparan dan berdaya saing global dalam menopang pertumbuhan ekonomai nasional.” Papar Iman.

Abdul Segara

Check Also

BRI Danareksa Sekutitas : Kenaikan Harga BBM Non Subsidi Hanya Berdampak Terbatas Pada Inflasi

MarketNews.id- Kenaikan harga BBM nonsubsidi diperkirakan hanya menimbulkan tekanan inflasi yang terbatas. Riset BRI Danareksa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *