MarketNews.id- Telekomunikasi Indonesia (TLKM), atau Telkom mencatatkan pertumbuhan pendapatan 0,8 persen secara tahunan menjadi Rp112,21 triliun pada akhir September 2024.
Penopangnya, pendapatan data, internet, dan jasa teknologi informatika meningkat 7,1 persen secara tahunan menjadi Rp70,557 triliun. Senada, pendapatan interkoneksi tumbuh tipis 0,37 persen secara tahunan menjadi Rp6,875 triliun.
Tapi pendapatan dari IndiHome merosot 9,6 persen secara tahunan menjadi Rp19,626 triliun. Senasib, pendapatan dari telpon turun 37,3 persen secara tahunan menjadi Rp5,2 triliun.
Sayangnya, biaya dan beban bengkak 1,9 persen secara tahunan menjadi Rp77,8 triliun sepanjang 9 bulan 2024.
Berapa pos pemicunya, beban operasi, pemeliharaan dan jasa telekomunikasi naik 3,8 persen secara tahunan. Lalu beban karyawan meningkat 12,9 persen secara tahunan menjadi Rp13,156 triliun.
Berdampak pada penurunan laba usaha sedalam 7,1 persen secara tahunan menjadi Rp32,45 triliun pada akhir September 2024. Sejalan, laba sebelum pajak penghasilan tergerus 8,07 persen secara tahunan menjadi Rp29,617 triliun.
Alhasil, Direktur Utama TLKM, Ririek Adriansyah melaporkan laba bersih sebesar Rp17,675 triliun pada akhir kuartal III 2024. Perolehan tersebut merosot 9,2 persen dibanding akhir tahun 2023 yang mencapai Rp19,499 triliun.
Akibatnya, laba per saham dasar melorot ke level Rp178,42 per lembar pada akhir September 2024. Sedangkan akhir September 2023 berada di level Rp196,84 per helai.
Mengutip laporan keuangan kuartal III 2024 Telkom tanpa audit pada laman BEI dikutip Kamis 31 Oktober 2024 tertera jumlah kewajiban senilai Rp130,78 triliun. Nilai tersebut tumbuh 0,23 persen dibanding akhir tahun 2023 yang tercatat Rp130,48 triliun.
Pada sisi lain, total ekuitas berkurang 1,2 persen dibanding akhir tahun 2023 menjadi Rp154,35 triliun pada akhir September 2024.
Abdul Segara
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal