Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Astra Int Tbk (ASII) Catatkan Laba Bersih Rp25,8 Triliun September 2024

Astra Int Tbk (ASII) Catatkan Laba Bersih Rp25,8 Triliun September 2024

MarketNews.id- Astra International (ASII), mencatatkan pertumbuhan pendapatan bersih 2,5 persen secara tahunan menjadi  Rp246,32 triliun pada akhir September 2024.

Penopangnya, pendapatan dari lini usaha jasa keuangan tumbuh 11,52 persen secara tahunan menjadi Rp24,297 triliun pada akhir September 2024. Senada, pendapatan lini usaha jasa dan sewa meningkat 10,2 persen secara tahunan menjadi Rp58,232 triliun.

Tapi penjualan barang kendaraan bermotor dan lainnya merosot 1,5 persen secara tahunan menjadi Rp163,8 triliun.

Walau beban pokok pendapatan bengkak 2,1 persen secara tahunan menjadi Rp191,67 triliun. Tapi laba kotor tetap tumbuh 2,05 persen secara tahunan menjadi Rp54,652 triliun.

Sayangnya, beban usaha naik 12,1 persen secara tahunan menjadi Rp13,874 triliun.

Beberapa pos pemberat, beban umum dan administrasi meningkat secara tahunan menjadi Rp14,245 triliun. Lalu, biaya keuangan menggembung 42,7 persen secara tahunan menjadi Rp2,94 triliun.

Berdampak pada laba sebelum pajak penhasilan yang melorot 0,97 persen secara tahunan menjadi Rp 40,778 triliun.

Senasib, laba periode berjalan tergerus 0,5 persen secara tahunan menjadi Rp33,404 triliun.

Tapi Direktur Utama ASII, Djony Bunarto Tjondro melaporkan laba bersih sebesar Rp25,854 triliun pada akhir September 2024.

Perolehan itu tumbuh 0,6 persen secara tahunan. Pasalnya, bagian kepentingan non pengendali turun 4,3 persen secara tahunan menjadi Rp7,55 triliun.

Senada, laba per saham dasar terkerek ke level Rp639 per lembar pada akhir September 2024. Sedangkan akhir September 2023 berada di level Rp635 per helai.

Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan kuartal III 2024 tanpa audit ASII yang diunggah pada laman BEI dikutip, Kamis 31 Oktober 2024.

Simak juga jumlah kewajiban yang bertambah 6,1 persen dibanding akhir tahun 2023 menjadi Rp207,36 triliun pada akhir September 2024.

Salah satu pos pemicu, utang bank jangka panjang jatuh tempo kurang dari 1 tahun naik 15,4 persen dibanding akhir tahun 2023 menjadi Rp26,289 triliun.

Pada sisi lain, total ekuitas meningkat 4,8 persen  dibanding akhir tahun 2023 menjadi Rp262,04 triliun pada akhir September 2024. 

Abdul Segara

Check Also

Komitmen Pemerintah Lakukan Reformasi Pasar Modal, Berpotensi Indeks  Naik Ke Level 8.210

MarketNews.id-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)’ melanjutkan penguatan pada perdagangan siang ini dan berhasil bergerak di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *