MarketNews.id-Bursa Efek Indonesia (BEI) enggan mengungkap alasan tercoretnya lima calon emiten yang tengah menantikan pernyataan efektif penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) dari OJK.
Seperti diketahui, BEI pernah mengumumkan terdapat 28 perusahaan tengah memantikan pernyataan pre efektif penerbitan saham perdana dari OJK per 9 Agustus 2024.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna merinci dari 28 perusahaan itu terdapat 4 perusahan berskala besar atau dengan aset lebih dari Rp250 miliar.
Lalu ada 20 perusahaan berskala menengah atau dengan aset lebih dari Rp50 miliar hingga Rp250 miliar. Kemudian, ada 4 perusahaan berskala kecil atau aset kurang dari Rp50 miliar.
Namun sejak NESS mendapat pernyataan efektif IPO pada tanggal 31 Juli 2024, OJK seakan pelit menerbitkan pernyataan efektif IPO.
Bahkan untuk sekedar pernyataan efektif pun nihil hingga tanggal 3 September 2024.
Anehnya, BEI kembali mengumumkan terdapat 23 calon emiten tengah menantikkan pre efektif dari regulator pasar modal per 30 Agustus 2024.
Dari jumlah itu, jumlah perusahaan berskala besar bertambah 1 menjadi 5 calon emiten. Sedangkan perusahaan berskala menengah berkurang 3 menjadi 17 perusahaan. Bahkan, perusahaan berskala kecil tinggal 1.
Sayangnya, Bursa Efek Indonesia masih enggan mengungkapkan pemicunya tercoretnya 5 calon emiten dari daftarnya.”
Abdul Segara
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal